RADAR BOGOR – Pemerintah memastikan kelanjutan proses pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua.
Menteri Sosial memberikan sinyal bahwa penyaluran bansos PKH dan BPNT akan dilaksanakan secara serentak pada bulan Mei 2025.
Kabar baiknya, penyaluran kali ini akan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) sebagai acuan utama, yang bertujuan untuk menyatukan basis data seluruh kementerian dan lembaga pemerintah.
Dengan berakhirnya survei lapangan ini, data hasil survei akan disatukan oleh Kementerian Sosial dan diolah sebelum diserahkan kembali kepada Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS akan melakukan pengukuran dan perankingan untuk memastikan validitas data sebelum digunakan secara resmi oleh seluruh instansi pemerintah dalam penyaluran bansos dan subsidi pemerintah yang tepat sasaran.
Selama proses ini, pendamping sosial PKH di berbagai wilayah telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan lapangan terhadap warga yang masuk dalam data pre-list.
Untuk tahap penyaluran, Kemensos menjadwalkan:
- Mei: Kick-off penyaluran serentak, pendampingan penyaluran, monitoring penyaluran, dan pembentukan desk pengaduan (online dan offline).
- Juni: Tindak lanjut aduan, evaluasi data, feedback, sinkronisasi data DTSN ulang, rekonsiliasi penyaluran, dan pengembalian sisa dana ke kas negara.
Bansos PKH dan BPNT akan disalurkan per triwulan. Jika ini terealisasi, maka pencairan bantuan BPNT tahap 2 dipastikan sebesar Rp600.000.
Di samping itu, bansos PKH akan disesuaikan dengan jumlah kategori penerima dan nominal bayar sesuai dengan data final tahap 2 yang dapat dipantau melalui aplikasi SIKS-NG.
Mengenai tanggal pasti penyaluran, setelah data hasil survei ground checking direkapitulasi oleh Kemensos dan diserahkan kepada BPS untuk diproses (perkiraan hingga akhir April), BPS akan melakukan pengolahan data, penilaian, dan perankingan.
Baca Juga: Cara Cek Status Bansos Tahap 2 Tahun 2025: Ini 9 Ciri-Ciri KPM yang Kemungkinan Tidak Cair!
Sebagai informasi, awal bulan Mei 2025, Kementerian Sosial akan memproses penyaluran bansos, mulai dari validasi rekening KPM (baik yang sudah aktif maupun proses pembuatan rekening baru). Proses ini diperkirakan membutuhkan beberapa minggu.
Selanjutnya, perkiraan proses penerbitan SPM dan SP2D adalah sekitar minggu ketiga Mei, sehingga prediksi tercepat pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap kedua tahun 2025 adalah pada minggu keempat atau akhir bulan Mei, melalui Bank Himbara maupun PT Pos Indonesia.
Pemerintah akan menggunakan data baru, dan nama-nama penerima dipastikan adalah mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan sosial dan tepat sasaran sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk setiap jenis bantuan.
Bansos PKH dipersyaratkan untuk keluarga yang terdata dalam 1-10 persen tingkat kesejahteraan terendah (desil 1).
Desil 2 (peringkat 11-20 persen terendah) tidak menerima PKH tetapi menerima BPNT, KIP, dan KIS gratis.
Desil 3 (21-30 persen terendah) menerima BPNT dan KIS gratis. Desil 4 (31-40 persen) hanya menerima KIS BPJS.
Perlu diketahui, BPS tengah melakukan finalisasi data berdasarkan perankingan tingkat kesejahteraan masyarakat untuk menentukan penerima berbagai bantuan sosial.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dalam memantau jadwal penyaluran bansos sosial tahap kedua.***
Editor : Eli Kustiyawati