Update Pencairan Bansos Tahap 2 April 2025: PKH dan BPNT Segera Cair? Inilah Ciri-cirinya
Mutia Tresna Syabania• Kamis, 24 April 2025 | 12:07 WIB
Ilustrasi penyaluran bantuan sosial atau bansos.
RADAR BOGOR - Informasi terbaru terkait pencairan bantuan sosial atau bansos tahap kedua tahun 2025, baik untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako.
Banyak sekali yang menanyakan update mengenai bansos, simak secara tuntas tanda-tanda pencairan bantuan sosial tahap kedua di tahun 2025.
Saat ini, ketika dicek melalui aplikasi SIKS-NG, keterangan panel closing atau periodenya masih menunjukkan periode salur tahap 1 tahun 2025, yaitu Januari, Februari, dan Maret.
Artinya, belum ada pencairan bantuan sosial tahap 2 hingga saat ini. Namun, jangan khawatir, karena ada beberapa ciri-ciri atau tanda yang mengindikasikan bahwa pencairan bantuan sosial tahap kedua akan segera dimulai:
1. Selesainya Survei Ground Check DTSN
Survei ground check atau survei Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) telah selesai dan ditutup per tanggal 20 April 2025 kemarin.
Data-data hasil survei ini akan segera dikirim ke BPS (Badan Pusat Statistik) dan Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kementerian Sosial untuk diolah dan dijadikan dasar acuan pencairan bantuan sosial tahap kedua tahun 2025. Fakta ini menjadi indikasi kuat bahwa proses pencairan tahap kedua akan segera bergulir.
Pusat telah mengirimkan data penelitian ke akun SIKS-NG masing-masing pendamping sosial PKH. Data penelitian ini berisi nama-nama KPM yang belum sama sekali mencairkan bantuan sosial tahap 1, meskipun dana sudah masuk ke rekening kartu KKS mereka.
Biasanya, setelah data penelitian ini mulai diproses, pencairan bantuan sosial untuk tahap kedua atau tahap selanjutnya akan segera dibuka. Data penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan mengapa KPM belum bertransaksi seperti KKS rusak, penerima meninggal dunia, pindah alamat, menolak bansos, dan lain-lain.
Setelah data penelitian ini rampung dikerjakan oleh pendamping sosial di setiap wilayah dan pencairan tahap 1 ditutup, fokus akan beralih ke pencairan bantuan sosial tahap kedua.
Pengalaman pencairan bansos tahun 2024 menunjukkan bahwa setelah penutupan data penelitian BNBA atau Bantuan Non Beras dan Uang Tunai, pencairan bantuan sosial tahap kedua akan segera menyusul. Semoga hal serupa terjadi untuk pencairan tahap 2 tahun ini.
3. Pernyataan Menteri Sosial
Menteri Sosial telah menyampaikan, pencairan bantuan sosial tahap kedua kemungkinan besar akan dimulai pada awal bulan Mei mendatang dan akan menggunakan data dari DTSN sebagai dasar penyaluran.
Ini berarti, data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang digunakan pada tahap sebelumnya tidak lagi menjadi acuan utama, melainkan data DTSN yang baru saja selesai disurvei ground check oleh para pendamping.
Terkait informasi yang beredar mengenai bukti penarikan bantuan sosial per tanggal 21 April 2025, perlu diketahui bahwa data penerima tersebut masuk dalam data penelitian pendamping.
Bantuan yang ditarik tersebut adalah bantuan sosial tahap 1 yang belum dicairkan hingga saat ini. Pendamping sosial menginformasikan atau bahkan mendatangi KPM tersebut untuk segera menarik bantuannya dan mendokumentasikannya.
Pendokumentasian ini wajib dilakukan untuk KPM yang masuk dalam data penelitian dan belum bertransaksi. Saat ini, pendamping sosial memiliki tugas tambahan untuk memfoto penerima memegang kartu KKS, uang, dan foto rumahnya.
Jika penerima meninggal dunia, foto rumahnya saja yang diambil dengan keterangan jelas mengenai alasan tidak menarik bantuan.
Jadi, postingan bukti penarikan tersebut adalah bantuan sosial tahap 1 dan bukan bantuan sosial tahap kedua. Faktanya, aplikasi SIKS-NG belum memperbarui periode salur untuk tahap kedua PKH dan BPNT menjadi April, Mei, dan Juni.
Berdasarkan tiga fakta atau ciri-ciri di atas, diprediksi kemungkinan besar pencairan bantuan sosial tahap kedua akan mulai tersalurkan pada awal bulan Mei mendatang.
Oleh sebab itu, untuk saat ini, khususnya di akhir bulan April, tidak perlu terburu-buru mengecek kartu KKS secara berulang.
Namun, jika Anda memiliki aplikasi mobile banking seperti Livin' by Mandiri atau Brimo, tidak ada salahnya untuk sesekali mengecek saldo.