Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pendiri Raminten Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia, Berikut Profil dan Kisah di Balik Sosok Ikonik Asal Yogyakarta

Eka Rahmawati • Kamis, 24 April 2025 | 19:22 WIB
Pendiri The House of Raminten, Hamzah Sulaiman meninggal dunia.
Pendiri The House of Raminten, Hamzah Sulaiman meninggal dunia.

RADAR BOGOR - Hamzah Sulaiman yang dikenal sebagai pendiri dan pemilik The House of Raminten meninggal dunia pada usia 75 tahun di Yogyakarta. 

Kabar duka wafatnya Hamzah Sulaiman disampaikan melalui media sosial atau akun Instagram @houseoframinten Kamis (24/4/2025) hari ini yang dibanjiri ucapan dukacita dan doa.

"Selamat jalan guru panutan dan bapak kami tercinta Hamzah Sulaiman di usia 75 tahun,
semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," demikian keterangan yang dilansir dari Instagram @houseoframinten, Kamis (24/4/2025).

"Selamat jalan Kanjeng, terima kasih banyak atas segalanya, engkau tidak hanya pemimpin bagi kami, tapi juga sebagai guru kami, panutan kami, dan seseorang yang telah berjasa bagi kami," sambung keterangan The House of Raminten.

Profil Hamzah Sulaiman 

Hamzah Sulaiman lahir pada tanggal 7 Januari 1950 dan kini berusia 75 tahun yang dikenal sebagai pengusaha, seniman, dan perancang busana di Yogyakarta atau generasi kedua keluarga Grup Mirota. Ia cukup populer memiliki pusat oleh-oleh, Hamzah Batik, tempat makan, dan sanggar tari.

Hamzah adalah sosok di balik tokoh ikonik Raminten yang cukup populer di Yogyakarta. Hamzah adalah anak bungsu pasangan Hendro Sutikno dan Tini Yuniati dan pernah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada jurusan Biologi tetapi tidak selesai.

Setelah itu ia memilih untuk melanjutkan kuliah di Universitas Sanata Dharma jurusan bahasa Inggris dan setelah lulus, bekerja sebagai pelayan di kapal pesiar pada 1970 serta pernah bekerja di Amerika Serikat.

Ia lalu kembali ke Indonesia serta mengembangkan bisnis peninggalan orang tuanya yakni Toko Mirota bersama saudara-saudaranya.

Seiring perjalanannya, Hamzah membuka butik yang diberi nama Mirota Batik yang berubah menjadi Hamzah Batik di kawasan Malioboro, Yogyakarta. 

Dilansir dari laman resmi Raminten, sosok yang mendapat gelar Kanjeng Mas Tumenggung Hamijinindyo, pemberian dari Ngarso Dalem atau Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X Raja kraton Yogyakarta itu mendirikan The House of Raminten sebuah destinasi wisata kuliner ikonik yang kerap dikunjungi di Yogyakarta dan berlokasi di Jalan F.M Noto Nomor 7 Kotabaru.

Berbagai menu tersaji di The House of Raminten di antaranya ada menu utama seperti songgo langit, nasi tenong, sekul pangkon, rantang hayu, soto sapi, serta rantang wiwit.

Sejarah berdirinya Raminten tak terlepas dari Hamzah yang terjun ke dunia akting yakni berperan dalam acara komedi di stasiun tv lokal Jogja TV.

Pada acara ternama itu, Hamzah berperan sebagai sosok perempuan Jawa yang lengkap dengan busana Jawa seperti kebaya, jarik, dan memakai konde.

Dari peran tersebut, Hamzah memulai nama Raminten hingga sosoknya banyak dikenal masyarakat bahkan menjadi ikon di Hamzah Batik dan Raminten Group.

Hamzah mendirikan The House of Raminten Kotabaru Yogyakarta pada 26 Desember 2008 yang awalnya menjual aneka jamu seperti jamu beras kencur, kunir asem, dan jamu lainnya.

Selain jamu, ketika itu Hamzah juga menjual Sego Kucing dengan harga Rp1000 yang kemudian terus berkembang dan kini menjadi restoran dengan menu lengkap.

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Eka Rahmawati
#hamzah sulaiman #yogyakarta #profil #raminten #meninggal