RADAR BOGOR - Menjelang akhir April 2025, masyarakat KPM bansos PKH dan BPNT perlu mencermati tiga informasi penting terbaru dari pemerintah.
Pertama, jadwal pencairan tahap kedua bansos PKH dan BPNT direncanakan paling cepat mulai bulan Mei tahun ini.
Meski direncanakan bulan Mei, pencairan bansos PKH dan BPNT dapat bergeser hingga Juni karena proses pemadanan data masih terus berlangsung.
Tanggal pencairan belum dapat dipastikan karena ditentukan langsung oleh Kementerian Sosial dan bukan pihak daerah setempat.
Kedua, penerima bantuan pada tahap satu belum tentu akan kembali menerima pada tahap kedua bansos kali ini.
Hal ini karena data calon penerima diperiksa kembali berdasarkan kriteria kemiskinan dalam database sosial ekonomi nasional terkini.
Baca Juga: Terkena Efisiensi Anggaran, Ini yang Dilakukan Perpusnas
Jika seseorang dinilai sudah tidak memenuhi syarat, maka bantuannya akan dihentikan dan tidak cair di tahap dua.
Sebaliknya, masyarakat yang kini tergolong miskin bisa masuk daftar penerima baru pada tahap penyaluran berikutnya.
Penyaluran bansos dilakukan empat kali dalam setahun, yaitu pada setiap triwulan sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.
Ketiga, pemerintah membuka program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia.
Sekolah ini disediakan gratis termasuk asrama, perlengkapan belajar, makan, dan biaya pendidikan hingga anak menyelesaikan sekolahnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat tersedia di 53 titik daerah dan akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak wilayah.
Baca Juga: Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global SSTC 2025
Program ini sangat membantu anak-anak yang sempat putus sekolah karena kendala biaya untuk bisa kembali belajar secara layak.
Pendaftaran Sekolah Rakyat dibuka sampai 30 April 2025 dan dapat diakses melalui pendamping sosial Kementerian Sosial setempat.
Orang tua diminta untuk memanfaatkan kesempatan ini agar anak-anak tidak kehilangan masa depan karena terbatasnya biaya.
Baca Juga: VIDA Dukung Kedaulatan AI Indonesia dengan Perkuat Keamanan Identitas Digital
Dengan adanya program ini, pemerintah berharap tidak ada lagi anak miskin yang gagal sekolah karena alasan ekonomi keluarga.***
Editor : Eli Kustiyawati