RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmennya untuk menjadikan bantuan sosial (Bansos) bukan sekadar perlindungan sementara, melainkan langkah menuju kemandirian.
Program Bansos yang selama ini menjadi penyangga kebutuhan dasar, diharapkan dapat menjadi jembatan menuju pemberdayaan jangka panjang.
Pemerintah ingin agar keluarga penerima manfaat (KPM) tidak hanya menerima Bansos, tapi juga aktif membangun kemandirian ekonomi secara bertahap.
Selama ini, banyak masyarakat merasa nyaman dengan bantuan yang diterima sehingga kurang termotivasi untuk keluar dari ketergantungan.
Kementerian Sosial pun bertekad mengubah paradigma ini, agar Bansos tak menjadi solusi permanen bagi masalah sosial.
Terdapat dua jalur yang disiapkan untuk mengakses bantuan, yaitu jalur formal melalui RT dan RW, serta jalur partisipatif melalui aplikasi daring.
Proses verifikasi dilakukan rutin, baik dengan pemanfaatan teknologi maupun kunjungan langsung ke lapangan oleh petugas yang ditugaskan.
Pemutakhiran data dilakukan setiap tiga bulan, untuk memastikan akurasi data dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan.
Meski begitu, pemerintah mengakui masih terdapat keluhan masyarakat terkait penerima yang dianggap tidak layak.
Presiden memberi perhatian serius terhadap keluhan ini dan mendorong pemadanan data agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Dalam proses pembaruan data, beberapa keluarga bisa saja tidak lagi mendapat bantuan jika sudah tidak memenuhi kriteria.
Namun hal ini dilakukan untuk memberi peluang bagi masyarakat lain yang lebih membutuhkan.
Pemerintah menargetkan agar dalam lima tahun ke depan, sekitar 350.000 keluarga penerima manfaat bisa beralih menjadi keluarga mandiri.
Dengan jumlah pendamping sebanyak 33.000 hingga 35.000 orang, masing-masing ditargetkan membantu minimal 10 keluarga.
Selain itu, program rehabilitasi sosial juga disiapkan bagi keluarga yang mengalami gangguan fungsi sosial.
Misalnya kepala keluarga yang tiba-tiba sakit atau kehilangan pekerjaan, akan mendapat pendampingan hingga bisa kembali produktif.
Dengan pendekatan ini, Kemensos ingin memastikan bahwa setiap keluarga tak hanya bertahan hidup, tetapi berkembang menjadi lebih kuat dan mandiri.
Pemerintah menegaskan, Bansos adalah awal, sedangkan pemberdayaan adalah tujuan akhir dari seluruh program.***
Editor : Eli Kustiyawati