Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kekeuh Adakan Perpisahan Sekolah, Gubernur Jawa Barat Berikan Solusi, Dedi Mulyadi: Kalau Besok Busnya Terbalik, Tanggung Jawab Sendiri

Siti Dewi Yanti • Minggu, 27 April 2025 | 10:19 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berikan solusi untuk perpisahan sekolah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berikan solusi untuk perpisahan sekolah

RADAR BOGOR - Dedi Mulyadi bertemu dengan remaja perempuan yang membuat video mengenai kebijakan Gubernur Jawa Barat.

Dedi menyoroti pernyataan remaja tersebut mengenai larangan study tour dan perpisahan.

"Yang menarik adalah ini sekolah engga boleh ada perpisahan," tuturnya.

Dedi menyayangkan, kritik ditujukan terhadap program yang pro rakyat.

"Ini pemerintah lagi bener dikritik, gimana," tambahnya.

"Bukan mengkritik pak, menurut saya engga adil," ungkap remaja tersebut.

Dedi menanyakan letak ketidakadilan yang dimaksud.

"Engga adilnya gimana? Kamu mau perpisahan?" tanya Dedi.

"Buat adik saya," jawab remaja perempuan tersebut.

Mendengar pernyataan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan solusi.

"Perpisahan sendiri aja engga usah bawa sekolah. Kumpul-kumpul bikin sendiri, sok aja," imbaunya.

Namun, Dedi berpesan untuk tidak melibatkan sekolah.

"Tapi jangan melibatkan sekolah, sekolah jadi mungut," sebutnya.

Gubernur Jawa Barat tidak ingin ada pembicaraan yang buruk tentang sekolah.

"Karena mungut, kepala sekolahnya dibully, gurunya dibully, dianggap cari untung dari biaya perpisahan," jelasnya.

Dedi meminta remaja tersebut membuat acara perpisahan sendiri.

"Kamu aja bikin, bikin acara perpisahan, tanpa melibatkan sekolah. Bikin acara sendiri, kalau besok busnya terbalik, tanggung jawab sendiri," pungkasnya.

Mantan Gubernur Jawa Barat mencontohkan risiko buruk karena membuat perpisahan sendiri.

"Kalau besok pada waktu perpisahan, kalau orang mabuk-mabukan tanggung jawab sendiri," tambahnya.

Dedi meminta, perpisahan tidak melibatkan institusi.

"Kalau besok ada tawuran, tanggung jawab sendiri. Tidak usah bawa institusi," ujarnya.

Menurut Dedi, kenangan tidak dibuat saat proses perpisahan, namun saat belajar bersama selama tiga tahun.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #perpisahan sekolah #gubernur jawa barat