RADAR BOGOR – Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.
Empat jenis bantuan sosial (bansos) terpantau mulai dicairkan secara merata di penghujung April 2025, tepatnya pada tanggal 28 hingga 30 April 2025.
Sementara itu, sistem SIKS-NG dijadwalkan kembali aktif pada 1 Mei 2025, menandakan proses pencairan PKH dan BPNT tahap kedua akan segera dimulai.
Di sisi lain, bantuan sosial beras 10 kg masih belum menemui kejelasan pencairannya meskipun musim panen raya telah usai.
Empat Bansos Cair Merata Akhir April 2025:
1. Program Indonesia Pintar (PIP)
Bagi para penerima manfaat PIP, segera lakukan pengecekan status pencairan di laman resmi pip.kemdikbud.go.id.
Jika tertera dana sudah ditransfer pada tanggal 28 April 2025, KPM dapat segera melakukan pengecekan saldo melalui ATM terdekat atau berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Pencairan PIP tahap ini diprioritaskan untuk siswa kelas akhir SD, SMP, dan SMA dengan besaran setengah dari total bantuan (misalnya, Rp225.000 untuk siswa akhir SD).
Sisa bantuan akan disalurkan menjelang kelulusan.
2. Bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI) Periode Maret–April 2025
Setelah penyaluran tahap pertama (Januari–Februari), bantuan Atensi YAPI tahap kedua sebesar Rp400.000 untuk periode Maret–April 2025 juga mulai dicairkan.
Bagi penerima melalui Bank Himbara (Mandiri atau BSI), segera lakukan transaksi pengambilan dana setelah mendapatkan informasi dari pendamping.
Penerima melalui PT Pos Indonesia diharapkan datang ke kantor pos dengan membawa surat undangan dan akta kelahiran anak yatim piatu yang didampingi walinya.
3. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa
Penyaluran BLT Dana Desa umumnya dilakukan per triwulan. Namun, beberapa wilayah mencairkannya per bulan.
Bagi KPM yang menerima surat undangan di bulan April, dana sebesar Rp300.000 akan dicairkan terlebih dahulu.
Kekurangan dana hingga Rp900.000 akan disalurkan pada bulan Mei dan Juni.
Penerima diharapkan hadir sesuai jadwal yang ditentukan oleh pihak desa agar bantuan tidak dialihkan ke KPM lain.
4. Bansos Daerah (DKI Jakarta dan Jawa Timur)
- DKI Jakarta: Bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dilaporkan sudah mulai ditransfer kepada penerima manfaat.
- Jawa Timur: Program PKH Plus, yang khusus menyasar lansia dan penyandang disabilitas di Jawa Timur, juga mulai disalurkan dengan nominal Rp500.000 per triwulan untuk periode April–Juni 2025.
Sistem SIKS-NG, yang sempat dalam masa pemeliharaan, dijadwalkan akan kembali aktif pada tanggal 1 Mei 2025.
Diharapkan dengan aktifnya kembali sistem ini, proses pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap kedua dapat segera diproses di bulan Mei.
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKSN) telah selesai melalui tahap ground checking dan penyempurnaan hingga tanggal 28 April 2025.
Setelah sistem SIKS-NG aktif, kemungkinan besar akan dimulai proses verifikasi dan validasi KPM, dengan prioritas pada desil 1, 2, dan kemungkinan desil 3.
Keluarga penerima manfaat yang berada di desil 4 hingga 10 memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk menerima bantuan, terutama desil 5 hingga 10 yang tergolong keluarga dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.
Untuk mengetahui desil Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) masing-masing, KPM dapat menghubungi langsung operator SIKS-NG di tingkat desa atau kelurahan.
Desil 1 merupakan kategori keluarga miskin ekstrem, sementara desil 10 adalah keluarga yang paling sejahtera.
Terkait jadwal pasti pencairan PKH tahap kedua, hingga saat ini belum ada informasi resmi dari Kementerian Sosial.
Namun, diharapkan pencairan dapat mulai dilakukan pada bulan Mei, mengingat pola pencairan biasanya terjadi di bulan kedua setiap triwulan (April–Juni).
Banyak KPM yang menanyakan mengenai kelanjutan bantuan beras 10 kg yang dijanjikan sejak akhir tahun 2024 dan diperpanjang hingga Juni 2025.
Namun, hingga akhir April 2025, bantuan ini belum juga disalurkan.
Pemerintah sebelumnya menyatakan akan mencairkan bantuan beras setelah panen raya.
Meskipun panen raya telah berlalu, belum ada realisasi penyaluran.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa bantuan beras 10 kg kemungkinan akan disalurkan ketika harga pangan mengalami kenaikan signifikan.
Namun, belum ada keterangan resmi yang dapat dikonfirmasi terkait waktu pasti penyalurannya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, jika terjadi keterlambatan, penyaluran akan dirapel (misalnya, bantuan Januari dan Februari disalurkan bersamaan di bulan Februari).
KPM diharapkan tetap bersabar menanti informasi resmi dari pemerintah.
Pemerintah terus berupaya menyalurkan bansos tepat sasaran.
Sambil menanti pencairan bansos, masyarakat diharapkan tetap berusaha mencari pendapatan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.***
Editor : Eli Kustiyawati