RADAR BOGOR - Informasi penting terkait pencairan bansos PKH dan BPNT tahap kedua tahun 2025 serta update status terbaru dari aplikasi SIKS NG per 30 April 2025. Selain itu, akan mengulas dua golongan masyarakat yang menjadi fokus utama penerima berbagai bantuan sosial di tahun 2025.
Saat ini isu mengenai prioritas pencairan bantuan sosial tahap kedua tahun 2025 menjadi perhatian utama. Mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS), kemungkinan akan ada perubahan signifikan dalam penyaluran bantuan, terutama pada tahap kedua ini.
Penerima bantuan sosial bisa jadi berbeda dari sebelumnya, karena penyaluran kini menggunakan data DTKS yang telah diverifikasi melalui ground check.
Kementerian Sosial menginformasikan, dua golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi terbawah, berdasarkan sistem perankingan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam DTKS, akan menjadi sasaran utama penerima berbagai bantuan sosial di tahun 2025. Kedua golongan tersebut adalah masyarakat yang masuk dalam desil 1 dan desil 2.
Baca Juga: Aturan Baru Bansos: Batasan 5 Tahun dan Imbauan Penting untuk Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga akan menyalurkan berbagai bantuan lain di tahun 2025, dengan prioritas utama diberikan kepada masyarakat desil 1 dan 2:
1. PIP (Program Indonesia Pintar): Bantuan subsidi atau keringanan biaya pendidikan.
Sekolah Rakyat: Program sekolah gratis terbaru yang diperuntukkan bagi masyarakat desil 1 dan 2.
2. Beras 10 Kg: Bantuan beras yang rencananya akan disalurkan ketika harga beras di pasaran mengalami kenaikan, dengan sasaran utama desil 1 dan 2.
3. BLT Dana Desa (BLTD): Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari anggaran desa. Penyalurannya juga harus mengacu pada DTKS, dengan prioritas masyarakat desil 1 atau desil 2.
4. Subsidi Energi (BBM dan Listrik): Subsidi energi ini ke depannya juga akan mengalami penyesuaian target penerima, dengan prioritas masyarakat golongan desil 1 dan desil 2.
Pembaruan Data DTKS Setiap 3 Bulan
Perlu diketahui, perankingan dan pemutakhiran data DTKS akan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Hal ini berarti status desil seorang penerima bisa berubah berdasarkan pembaruan data oleh BPS.
Sebagai contoh, masyarakat yang awalnya berada di desil 1 bisa saja berubah menjadi desil 3 setelah pemutakhiran data.
Oleh karena itu, penerima bantuan sosial tidak selalu menerima bantuan secara terus-menerus selama satu tahun anggaran.
Ada kemungkinan seorang KPM menerima bantuan pada triwulan pertama, namun tidak pada triwulan berikutnya, dan kembali menerima jika memenuhi syarat pada triwulan selanjutnya.
Kebijakan ini merupakan implementasi dari program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait seperti BPS.
Berdasarkan pantauan SIKS-NG per 30 April 2025, status pencairan masih menunjukkan periode salur triwulan pertama (Januari, Februari, Maret 2025).
Belum terlihat adanya perubahan untuk periode triwulan kedua (April, Mei, Juni). Hal ini mengindikasikan bahwa data hasil ground check beberapa waktu lalu masih dalam proses pengolahan oleh BPS.
Selain itu, pendamping sosial yang belum menyelesaikan proses ground check DTKSIN mendapati datanya kembali masuk ke akun SIKS-NG masing-masing untuk diselesaikan.
Sebagai informasi tambahan, hari ini, 30 April 2025, merupakan batas akhir pendaftaran Sekolah Rakyat, yang ditutup pada pukul 00.00 WIB dini hari.
Bagi masyarakat yang memenuhi syarat dan berada di wilayah dengan program Sekolah Rakyat, diharapkan telah mendaftarkan diri melalui pendamping sosial PKH setempat.
Informasi terbaru mengenai status di SIKS-NG akan dikabarkan secara rutin. Pantauan SIKS-NG menjadi acuan utama untuk mengetahui perkembangan persiapan penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT.***