Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fokus Penyaluran Bansos Tahap 2 Mei 2025: Prioritas Desil 1 dan 2 DTKS, Jadwal Pencairan PKH-BPNT hingga Update SIKS-NG

Mutia Tresna Syabania • Sabtu, 3 Mei 2025 | 10:52 WIB
Ilustrasi dana bansos PKH dan BPNT tahap 2 yang telah cair
Ilustrasi dana bansos PKH dan BPNT tahap 2 yang telah cair

RADAR BOGOR – Memasuki bulan Mei 2025, perhatian tertuju pada jadwal pencairan serentak bantuan sosial (bansos) seperti PKH dan BPNT.

Artikel ini akan mengulas informasi terkini mengenai penetapan penerima bansos untuk triwulan kedua, kelompok sasaran berdasarkan survei DTKSN, serta perkembangan proses penyaluran melalui aplikasi SIKS-NG per hari ini.

Pemerintah telah menetapkan pengelompokan masyarakat penerima berbagai bansos dan subsidi berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).

Pada penyaluran bansos triwulan kedua, dipastikan dua kelompok masyarakat akan menjadi prioritas utama dalam menerima manfaat dari alokasi anggaran APBN untuk perlindungan sosial.

Sistem penyaluran bansos tahun 2025 mengalami perubahan signifikan dengan mengacu pada data terbaru dari DTSN.

Pemerintah memprioritaskan dua kategori masyarakat dalam pencairan bansos tahap kedua berdasarkan sistem desil yang terkandung dalam DTSN.

Sistem desil membagi masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi, dari yang terendah hingga tertinggi.

Sebelumnya, pada penyaluran triwulan pertama (Januari–Maret), evaluasi menunjukkan bahwa bantuan seperti PKH, BPNT, KIP, KIS, dan subsidi lainnya tidak hanya diterima oleh masyarakat kurang mampu.

Data Kementerian Keuangan per 30 April 2025 menunjukkan, sebagian penerima manfaat berasal dari kelompok masyarakat yang tergolong mampu.

Berdasarkan data realisasi program PKH, program sembako, PIP, dan PBI JKN hingga Maret 2025, masih terdapat penerima dari desil 7 hingga 10 (kelompok kaya) yang menikmati program-program tersebut.

Padahal, bantuan ini seharusnya ditujukan untuk masyarakat miskin (desil 1 hingga 6).

Menyikapi temuan tersebut, pada penyaluran tahap kedua, pemerintah akan melakukan penyaringan ketat terhadap penerima bantuan sosial seperti PKH, program sembako, KIP, dan KIS.

Prioritas utama akan diberikan kepada dua kelompok desil terendah, yaitu desil 1 dan 2, yang merupakan 20 persen kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah.

Kementerian Sosial menjamin data kemiskinan dalam DTSN memiliki perankingan yang lebih jelas, mulai dari desil 1 hingga 10, sehingga layak dijadikan acuan.

Desil 1 mencakup warga miskin ekstrem dengan pendapatan di bawah Rp400.000, desil 2 dengan pendapatan di bawah Rp600.000, dan desil 3 di bawah Rp900.000. Kriteria untuk desil selanjutnya berbeda-beda di setiap provinsi.

Berdasarkan penelusuran terkini pada akun SIKS-NG pendamping, belum terlihat perkembangan signifikan dalam proses penentuan KPM maupun verifikasi rekening.

Prediksi saat ini menunjukkan bahwa Kementerian Sosial akan memulai proses penyaluran pada awal Mei, dimulai dengan validasi rekening KPM (baik yang sudah aktif maupun pembuatan rekening kolektif/burkol bagi yang belum memiliki rekening).

Proses ini diperkirakan membutuhkan beberapa minggu.

Selanjutnya, kemungkinan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) akan terjadi sekitar minggu ketiga Mei.

Dengan demikian, prediksi tercepat penyaluran bantuan PKH dan BPNT tahap 2 melalui Bank Himbara maupun PT Pos Indonesia adalah pada minggu keempat atau akhir Mei hingga awal Juni.

Para penerima bansos diharapkan untuk bersabar dan terus memantau informasi resmi dari pendamping sosial.

Proses validasi dan penyaluran bansos memerlukan waktu untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada penerima yang benar-benar membutuhkan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #aplikasi siks-ng #bansos #DTSN #pkh