RADAR BOGOR – Informasi terbaru seputar pencairan bansos PKH dan BPNT tahap kedua.
Kali ini akan membahas metode penyaluran bansos yang akan digunakan serta memantau perkembangan statusnya melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) per hari ini.
Sebagaimana diketahui, penyaluran bansos kini secara resmi menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Lantas, bagaimana metode penyaluran untuk tahap kedua ini? Apakah akan sama dengan sebelumnya?
Penyaluran bantuan sosial tahap kedua, baik untuk PKH maupun BPNT, akan menggunakan dua metode utama:
1. Kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera)
Metode ini tetap berlaku bagi KPM yang masih memiliki kartu KKS aktif dan terdaftar sebagai penerima manfaat pada tahap kedua.
Penting untuk dipahami bahwa kepemilikan kartu KKS tidak secara otomatis menjamin adanya saldo masuk.
Saldo hanya akan terisi jika nama KPM terdaftar dalam daftar penerima bantuan tahap kedua.
2. PT Pos Indonesia
Bagi KPM yang belum memiliki kartu KKS namun masih terdaftar sebagai penerima bantuan tahap kedua, penyaluran akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Prosesnya serupa dengan sebelumnya, di mana KPM akan menerima surat undangan berbarcode untuk mengambil bantuan sesuai jadwal yang ditentukan di kantor pos terdekat.
Dengan demikian, penyaluran bantuan sosial tahap kedua tetap akan menggunakan dua jalur, yaitu melalui transfer ke kartu KKS dan melalui pengambilan tunai di kantor pos.
Hal ini serupa dengan mekanisme penyaluran pada tahap-tahap sebelumnya, meskipun kini data penerima mengacu pada DTSEN.
Untuk memantau perkembangan status penyaluran bantuan sosial, kita dapat melihat informasi pada aplikasi SIKS-NG.
Per tanggal 2 Mei 2025, berdasarkan pengecekan pada menu final closing, status periode salur masih menunjukkan bulan Januari, Februari, dan Maret.
Ini mengindikasikan bahwa proses untuk tahap kedua (April, Mei, Juni) belum final.
Penting untuk dipahami bahwa proses penyaluran bantuan sosial memiliki tahapan-tahapan tertentu.
Informasi di SIKS-NG menjadi acuan penting untuk mengetahui perkembangan proses tersebut.
Jika ada kabar mengenai pencairan yang tidak sesuai dengan data di SIKS-NG, KPM diharapkan dapat lebih selektif dalam menerima informasi.
Sumber informasi yang valid adalah data resmi dari Kementerian Sosial melalui SIKS-NG.
Proses penyaluran bantuan sosial dari Kemensos melalui SIKS-NG melibatkan beberapa tahapan sebelum dana benar-benar cair ke rekening penerima atau dapat diambil di kantor pos.
Dengan memahami tahapan ini, KPM dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai alur penyaluran bantuan.
Meskipun status di SIKS-NG per hari ini belum menunjukkan perkembangan untuk tahap kedua, kita akan terus memantau dan memberikan informasi terbaru setiap harinya.
Hal ini bertujuan agar KPM bansos memahami setiap proses dan tahapan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah.***
Editor : Eli Kustiyawati