RADAR BOGOR – Kabar gembira datang bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos).
Setelah Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) turun, beberapa bansos mulai dicairkan.
Bagi yang belum menerima bansos, diharapkan untuk bersabar karena penyaluran dilakukan secara bertahap.
Selain itu, pemerintah kembali melakukan survei terkait bantuan sosial baru untuk tahun 2025, yaitu bantuan Keluarga Rentan Stunting (KRS).
Artikel ini juga akan membahas tanda-tanda yang muncul jika bansos PKH dan BPNT tahap kedua siap dicairkan.
Kabar baik pertama datang dari Program Indonesia Pintar (PIP). Penyaluran PIP termin kedua tahun 2025 telah dimulai pada 2 Mei 2025.
KPM dapat melakukan pengecekan status pencairan melalui situs resmi pip.kemdikbud.go.id.
Jika dana sudah ditransfer, akan muncul keterangan "dana sudah masuk" dengan tanggal transfer.
Prioritas penyaluran saat ini masih untuk kelas akhir (kelas 6 SD, 3 SMP, 3 SMA), dan sebagian besar baru dicairkan setengah dari total bantuan.
Penyaluran untuk kelas berjalan diperkirakan akan menyusul pada pertengahan Mei.
Selain PIP, bantuan sosial Atensi Anak Piatu (API) untuk periode Maret–April 2025 juga mulai dicairkan.
Dana sebesar Rp400.000 (atau Rp800.000 jika ada rapel dari Januari–Februari) telah ditransfer melalui Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, atau PT Pos Indonesia.
KPM dapat melakukan pengecekan atau pengambilan dana sesuai metode yang dipilih.
Pemerintah kembali melakukan survei untuk bantuan sosial baru, yaitu bantuan KRS.
Survei ini berbeda dengan survei DTKSN. Bantuan KRS terakhir disalurkan pada September 2024 berupa daging ayam karkas dan telur.
Dengan adanya survei ulang ini, diharapkan KPM yang tergolong keluarga rentan stunting dapat kembali menerima bantuan serupa untuk membantu meningkatkan gizi keluarga.
Pencairan PKH dan BPNT memiliki tahapan-tahapan tertentu setelah SP2D turun:
- Penentuan KPM: Daftar penerima manfaat ditetapkan.
Evaluasi Komponen: Pengecekan kelayakan komponen bantuan (misalnya usia anak sekolah).
- Final Closing: Data final penerima dan besaran bantuan ditetapkan.
Verifikasi Rekening: Pengecekan dan validasi rekening penerima. Jika gagal, dapat dialihkan ke PT Pos atau penerima diminta memperbaiki data.
- SPM dan SP2D: Proses administrasi pencairan dana.
- SI (Standing Instruction): Tahap final, bank mulai melakukan pemindahbukuan ke rekening KKS.
Setelah tahapan ini selesai, status di aplikasi Cek Bansos akan berubah menjadi periode salur terbaru (PKH April–Juni atau BPNT April–Juni 2025).
Meskipun saat ini belum ada perubahan status untuk PKH dan BPNT tahap kedua, anggaran dilaporkan sudah siap 100 persen.
Diharapkan proses pencairan bansos akan segera dimulai dalam beberapa minggu mendatang.***
Editor : Eli Kustiyawati