Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Remaja 14 Tahun Rela Putus Sekolah Demi Bantu Ibu, Tapi Punya Kebiasaan Buruk Ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Saya Sudah Mau Muji Nih

Robecca Sesaria • Senin, 5 Mei 2025 | 07:10 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan seorang remaja yang putus sekolah demi membantu keuangan ibunya
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan seorang remaja yang putus sekolah demi membantu keuangan ibunya

RADAR BOGOR – Dalam kunjungannya ke sebuah pasar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan remaja 14 tahun yang rela putus sekolah demi membantu ibunya.

Hal ini sungguh membuat bangga; anak sekecil ini sudah harus mencari uang untuk diberikan kepada ibunya yang berada di rumah.

Remaja tersebut bekerja mencari uang di pasar karena ia dan ibunya sudah ditinggal pergi oleh sang ayah.

Cerita kerja keras remaja putus sekolah ini pastinya mendapatkan banyak pujian dari banyak orang yang mendengarnya.

Sebelum itu, Dedi Mulyadi pun sempat akan memuji remaja tersebut, namun segera ia batalkan karena Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menemukan satu kebiasaan buruk dari si anak.

Awalnya, remaja berusia 14 tahun ini menghampiri Dedi Mulyadi yang sedang berjalan dan mengajak bersalaman.

Sambil bersalaman, Dedi Mulyadi memberikan beberapa pertanyaan kepada anak tersebut.

Remaja 14 tahun tersebut, bernama Agus, mengungkapkan bahwa dia sudah tidak bersekolah alias putus sekolah sejak di bangku sekolah dasar.

Agus menyampaikan bahwa dia berasal dari Pangalengan dan bekerja di pasar, tepatnya di tempat pemotongan ayam demi membantu keuangan ibunya karena sang ayah sudah meninggal dunia.

Setelah mengetahui bahwa Agus bekerja di tempat pemotongan ayam, Dedi Mulyadi pun menghampiri bos pemotongan ayam tempat remaja ini bekerja.

Pedagang ayam ini mengaku bahwa Agus diberi upah harian sebesar Rp150.000.

Gubernur Jawa Barat menanyakan kepada Agus, dalam seminggu berapa uang yang dia kirimkan ke ibunya.

Agus menjawab dia bisa mengirim Rp200.000 dan Agus mengaku sudah mempunyai tabungan sebesar Rp250.000.

Namun, Dedi Mulyadi merasa heran karena Agus mengaku sudah tiga bulan bekerja, yang artinya dari upah yang diterima seharusnya masih banyak uang yang bisa ditabung.

Dedi Mulyadi pun menanyakan kepada Agus, uang tersebut digunakan untuk hal apa. Sang anak menjawab bahwa uangnya dipakai untuk jajan dan menabung.

Seperti hafal dengan watak remaja zaman sekarang, Dedi Mulyadi pun menanyakan soal rokok kepada Agus.

Kemudian, pertanyaan tersebut dijawab oleh pedagang yang lain dan mengatakan bahwa Agus memang suka merokok.

“Loe seharian capek, tidur di sini, sampai bau amis, malah dipakai buat beli rokok duitnya,” ucap Dedi Mulyadi.

Yang membuat Dedi Mulyadi lebih tercengang, Agus bisa menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari.

“Dua bungkus? Saya sudah mau muji nih, kamu bagus mau kerja, bantu orang tua, sehari dapat gaji Rp150.000, giliran merokok sehari dua bungkus, aduh,” kata Dedi.

Kemudian, bocah 14 tahun ini mendapatkan segepok uang dari Dedi Mulyadi untuk diberikan kepada ibunya.

Selain itu, Dedi Mulyadi meminta Agus untuk bersumpah untuk tidak lagi merokok dan melanjutkan pendidikan dengan mengikuti paket C.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #remaja 14 tahun #putus sekolah