Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kepala BGN Curhat Para Pegawai Strukturalnya Belum Gajian, Dugaan Keracunan Masih Terjadi, Janjikan Perbaikan Standar

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 7 Mei 2025 | 06:22 WIB
Kepala BGN, Dadan Hindayana ungkap para pegawai strukturalnya belum digaji.
Kepala BGN, Dadan Hindayana ungkap para pegawai strukturalnya belum digaji.

RADAR BOGOR – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komisi IX DPR di Jakarta, Selasa (6/5) dibumbui sedikit curahan hati.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut para pegawai struktural lembaga yang dia pimpin belum menerima gaji hingga kini.

Tak hanya gaji, tunjangan kinerja (tukin) mereka pun belum dibayar sejak lembaga ini dibentuk tahun lalu.

Awalnya, Dadan menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya mendapat pagu anggaran sebesar Rp71 triliun.

Dari jumlah tersebut, anggaran yang baru terserap sebesar Rp2,38 triliun atau 3,36 persen.

Jumlah itu terdiri atas penyerapan anggaran belanja pegawai sebesar 0,01 persen atau Rp386,87 juta dari pagu Rp3,52 triliun.

Kemudian, belanja barang sebesar 4,16 persen atau Rp 2,38 triliun dari pagu awal Rp 57,35 triliun.

Sementara itu, untuk belanja modal, realisasinya masih 0 persen karena masih dalam tahap perencanaan oleh pihaknya.

“Terkait dengan belanja pegawai baru 0,01 persen, perlu ibu dan bapak ketahui bahwa seluruh struktural BGN sampai sekarang masih belum menerima gaji,” ujarnya saat paparan awal.

Hal itu, lanjut dia, yang menyebabkan penyerapan anggaran di bidang pegawai masih rendah.

Sebab hingga kini, pembayaran untuk gaji baru dilakukan di beberapa posisi teknis saja, misalnya sarjana penggerak pembangunan Indonesia, ahli gizi, dan akuntan.

“Jadi, kami mungkin baru bulan ini atau bulan depan akan menerima gaji. Sehingga nanti pencairan di bidang pegawai ini akan lebih cepat setelah bulan depan,” paparnya.

Ditemui seusai rapat, Dadan menyebut pencairan gaji dan tukin masih menunggu peraturan presiden (perpres).

Sebab, BGN merupakan lembaga baru.

“Nah, itu kemarin saya sudah paraf (soal hak keuangan dan tukin pegawai). Nggak apa-apa, itu kan dirapel,” sambungnya.

Di sisi lain, Dadan juga membahas dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah.

Terbaru, dugaan keracunan terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Setidaknya 121 siswa dari tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA diduga keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.

Dadan mulai menjelaskan dari kasus yang pertama muncul, yakni di Sukoharjo pada Januari lalu. Ia mengatakan penyebabnya lebih ke masalah teknis lantaran program itu baru dimulai.

“Jadi, saat masakan sudah diolah, saat mau menggoreng, gasnya habis,” ungkapnya.

Sementara itu, di Cianjur, kata dia, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil negatif.

Kondisi nampan makanan, air, makanan, dan lainnya dinyatakan aman, tidak ada kontaminasi. Karenanya, pihaknya pun masih mencari penyebabnya.

Terbaru, baik kasus di Bandung, Tasikmalaya, maupun di PALI, menurutnya, terjadi lantaran masakan terlalu awal dimasak dan tidak cepat dikirimkan.

Karenanya, pihaknya telah melakukan perbaikan-perbaikan standar agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (mia/ttg)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #gaji #Dadan Hindayana #Mbg #BGN