RADAR BOGOR - Setiap musim haji tiba, suasana haru dan kebanggaan menyelimuti banyak daerah di Indonesia. Keberangkatan jemaah haji tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga budaya yang dirayakan dengan tradisi unik oleh masyarakat setempat.
Di berbagai pelosok negeri, terdapat ragam cara melepas para tamu Allah — mulai dari arak-arakan, prosesi adat, hingga doa bersama yang penuh khidmat.
Tradisi-tradisi ini mencerminkan kekayaan budaya sekaligus penghormatan tinggi terhadap ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam yang sangat mulia.
Kabupaten Langkat – Tepung Tangan Tawar
Dikutip dari Instagram Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag, tradisi ini merupakan bentuk persembahan syukur, doa dan harapan untuk keselamatan dan kesejahteraan. Kadang dilakukan untuk mengiringi upacara pernikahan, khitanan dan lain-lain.
Praktiknya dilakukan dengan Daun Perenjis ditaburkan ke tangan calon jamaah haji yang ditepung-tawari, diiringi shalawat, ayat Al-Qur’an dan doa.
Kabupaten Kerinci – Tale Haji Kerinci
Tradisi ini menyajikan pantun atau lagu daerah yang mengandung pesan keagamaan dan doa dengan tujuan memberikan semangat bagi calon jamaah haji agar siap mental dan spiritual. Tak hanya itu, tradisi ini menjadi sarana menjalin silaturahmi dan menjalin kebersamaan.
Cirebon – Gentong Haji
Tradisi ini dimulai dengan keluarga calon jamaah haji meletakan gentong berisi air di sekitar rumah, hal ini sebagai simbol keberkahan dan kebersihan, rasa syukur dan doa kepada Allah SWT.
Gentong kemudian dibawa masuk ke dalam rumah setelah jamaah haji atau penghuninya kembali ke tanah air.
Kabupaten Lombok Tengah – Klansah
Tradisi ini membuat tenda secara gotong royong di depan rumah sebelum keberangkatan haji sebagai tempat warga berdoa dan membaca Al Barzanji untuk keselamatan jamaah haji. Bahan utamanya berupa bambu sebagai tiang dan pagar, serta daun kelapa sebagai atap.
Kabupaten Indramayu – Mandi Ruqyah
Tradisi ini untuk membersihkan diri dari segala dosa sebelum berangkat haji dan juga memohon perlindungan dan keselamatan.
Dalam tradisi ini banyak membaca ayat Al-Qur’an sebagai pedoman dan selama tradisinya berlangsung.
Kabupaten Demak – Memutari Alun-alun
Dalam tradisi ini, bus jamaah haji mengelilingi alun-alun sebanyak tiga kali sebelum diberangkatkan ke asrama haji Donohudan. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk hormat dan berpamitan kepada Sultan Fatah.***
Editor : Eka Rahmawati