Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mentan Amran Buka Kornas Penyuluh Pertanian se-Indonesia, Pastikan PPL Bergerak Wujudkan Swasembada Pangan

Eka Rahmawati • Kamis, 8 Mei 2025 | 16:13 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membuka Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyuluh Pertanian se-Indonesia. 
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membuka Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyuluh Pertanian se-Indonesia. 

RADAR BOGOR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara resmi membuka Koordinasi Nasional atau Kornas Penyuluh Pertanian se-Indonesia di kantor pusat Kementerian Pertanian (Kementan).

Mentan Amran menekankan peran strategis penyuluh pertanian sebagai pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Selamat datang di Kementerian Pertanian Saudaraku, sahabatku semua. Tanpa PPL, tidak mungkin kita mencapai lompatan seperti yang terjadi hari ini,” ujar Mentan Amran saat membuka koordinasi nasional penyuluh pertanian di Kementerian Pertanian (Kementan), Sabtu (26/4/2025) lalu.

Mentan Amran memberikan apresiasi tinggi kepada para penyuluh pertanian lapangan atau PPL yang selama ini telah menjadi ujung tombak dalam pencapaian kedaulatan pangan nasional. Dedikasi para penyuluh juga telah membuahkan hasil, terbukti dari peningkatan stok beras yang terjadi saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh Kepala Dinas Indonesia terutama yang hadir, PPL seluruh Indonesia, Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres serta seluruh pihak lainnya yang terlibat BUMN, PIHC, Bulog,” ucap Menteri Amran.

Capaian saat ini kata Menteri Pertanian, khususnya stok beras hampir 3.180.000 dan ini menjadi yang tertinggi selama 23 tahun, bahkan bisa jadi sejak merdeka.

Mentan Amran juga menyebut sesuai data BPS menunjukkan produksi nasional mengalami lonjakan mencapai 50 sampai 62 persen selama Januari–April 2025. Peningkatan ini berkat kebijakan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menerbitkan 4 Inpres dan Perpres untuk memperkuat sektor pangan dalam 100 hari pertama pemerintahan.

“Ini mempermudah petani kita untuk mengakses sarana produksi, khususnya pupuk, jumlahnya pun ditambah, kemudian regulasinya disederhanakan dan itu berdampak pada produksi,” jelasnya.

Mentan Amran menyebut peran penting penyuluh dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Menurutnya, sejumlah negara, seperti Malaysia, Filipina, dan Jepang, saat ini tengah mengalami krisis pangan akibat menurunnya produktivitas, dan mulai belajar ke Indonesia.

“Kemudian tim-tim, teman-teman, PPL seluruh Indonesia itu sangat kompak dan solid. Kepala Dinas Pertanian Indonesia juga kompak, solid untuk mengangkat produksi. Di saat ini kita surplus, Itu kebanggaan kita,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan pendayagunaan penyuluh pertanian dalam rangka percepatan swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2025 yang mana Kementerian Pertanian perlu menyamakan komitmen dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengikuti arah komando Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Peran penyuluh sangat vital dalam swasembada pangan sehingga perlu penguatan komitmen agar satu irama dan satu komando,” kata Idha.

Menurut Idha, acara koordinasi nasional (kornas) penyuluh pertanian dihadiri 5.000 orang secara offline terdiri dari perwakilan penyuluh seluruh Indonesia dan peserta online sebanyak 32.000 bergabung di setiap Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Melalui acara ini diharapkan ke depan penyuluh di daerah fokus pada pengawalan percepatan luas tambah tanam (LTT), peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas padi, serta mendorong dan mengawal akselerasi program utama Kementan.

“Tujuan tersebut harus menjadi acuan dalam pergerakan di lapangan terutama mendampingi petani agar lebih sejahtera,” kata Idha.

Pada Kornas penyuluh pertanian, selain dihadiri para penyuluh, hadir juga Wakil Menteri Pertanian, seluruh jajaran Eselon I Kementan, Staf Khusus Mentan, Direktur PIHC, Direktur Pengadaan Bulog dan Kepala Dinas Pertanian, jajaran TNI dan Polri, serta mitra strategis sektor pertanian.

Editor : Eka Rahmawati
#swasembada pangan #penyuluh pertanian #mentan