RADAR BOGOR – Berikut ini akan membahas informasi mengenai pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua.
Apakah benar pergerakan saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), serta kabar mengenai perubahan sistem data penerima dari DTKS menjadi DTSEN dan status aplikasi SIKS-NG?
Beberapa hari terakhir, sejumlah stasiun televisi nasional memberitakan bahwa pencairan bansos PKH dan BPNT tahap kedua telah dimulai di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk memverifikasi informasi ini, pengecekan melalui aplikasi SIKS-NG terbaru menjadi acuan utama.
Namun, hingga saat ini, aplikasi tersebut masih mengalami kendala (error).
Meskipun demikian, terpantau adanya kembali saldo masuk ke kartu KKS Merah Putih.
Saldo dengan nominal Rp1.125.000 tercatat masuk ke rekening Living B Mandiri pada dini hari.
Penerima saldo ini teridentifikasi sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT murni yang masuk dalam daftar validasi by system (BAS).
Hal ini menjadi kabar gembira bagi KPM yang telah diimbau untuk melakukan pengecekan validasi yang diperpanjang hingga 15 Mei.
Penerima validasi BAS berpotensi mendapatkan bantuan sosial ganda, yaitu BPNT murni dan PKH pada tahap kedua.
Selain itu, terdapat juga pencairan bantuan sosial Atensi Anak Piatu (API) sebesar Rp400.000 untuk periode Maret–April yang mulai disalurkan dan masih berlangsung.
Bahkan, beberapa KPM menerima rapelan sebesar Rp800.000 untuk periode Januari–April.
Lebih lanjut, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SMP sebesar Rp750.000 juga terpantau mulai dicairkan bagi penerima yang dijadwalkan pada bulan Mei.
Pencairan bansos tahap kedua dapat terhambat oleh status pencairan tahap pertama.
Kementerian Sosial akan melakukan pengecekan terhadap KPM yang belum mencairkan bantuan tahap pertama untuk mengidentifikasi penyebabnya (misalnya meninggal dunia, tidak ditemukan, atau masih aktif namun belum mengambil bantuan).
Bagi KPM yang masih aktif, akan dilakukan screening dan pendampingan untuk segera menyelesaikan masalah pencairan tahap pertama dan validasi by system agar proses pencairan tahap kedua dapat segera difokuskan.
Aplikasi SIKS-NG hingga saat ini masih mengalami kendala (error).
Hal ini diduga terkait dengan proses transisi perubahan data penerima bantuan sosial dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Beberapa menu penting dalam aplikasi, seperti daftar usulan baru, perbaikan data PPJKN, dan verifikasi usulan, belum dapat diakses.
Diharapkan proses perubahan data ini dapat segera diselesaikan agar aplikasi SIKS-NG kembali berfungsi normal dan proses pencairan bansos PKH tahap kedua dapat segera diproses dan dicairkan, dengan harapan dapat terealisasi pada bulan Mei 2025.
Pencairan bansos PKH dan BPNT tahap kedua telah menunjukkan adanya pergerakan bertahap, terutama bagi penerima validasi by system dan bantuan Atensi API serta PIP.
Kendala pada aplikasi SIKS-NG diduga terkait dengan perubahan sistem data penerima menjadi DTSEN.
Para KPM bansos diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan bersabar menanti pencairan tahap kedua.***
Editor : Eli Kustiyawati