Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dukung Pembentukan Zona Bebas Menuju Indonesia Bebas Penyakit Kuda, Barantin Perkuat Sistem Kesehatan Hewan

Yosep Awaludin • Sabtu, 10 Mei 2025 | 16:32 WIB
WOAH saat melakukan kunjungan konsultan ke Karantina Uji Standar. Barantin mendukung pembentukan zona bebas penyakit kuda.
WOAH saat melakukan kunjungan konsultan ke Karantina Uji Standar. Barantin mendukung pembentukan zona bebas penyakit kuda.

RADAR BOGOR—Badan Karantina Indonesia (Barantin), melalui Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, mendukung pembentukan zona bebas penyakit kuda (EDFZ), untuk menjadikan Indonesia bebas penyakit kuda.

Pemerintah telah mendapatkan pengakuan zona bebas penyakit kuda secara permanen dari World Organization for Animal Health (WOAH) sebagai bagian dari upaya mereka untuk memperkuat sistem kesehatan hewan.

Sriyanto, Deputi Bidang Karantina Hewan, menyatakan bahwa sangat penting bagi Badan Karantina Indonesia, Kementerian Pertanian, dan organisasi lain yang terkait untuk membuat zona bebas penyakit kuda. Ini terutama berlaku di wilayah Jawa dan Bali.

"Barantin sebagai garda terdepan dalam pencegahan untuk mendukung program tersebut," kata Sriyanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Sriyanto berpendapat bahwa evaluasi pemasukan kuda diperlukan, terutama di daerah pembiakan kuda tertentu.

Sebelum Asian Games 2018 diselenggarakan, Indonesia pernah diberi pengakuan sementara sebagai zona bebas penyakit kuda.

Sriyanto mengungkapkan hal ini saat menerima kunjungan Sussane Munsterman, konsultan kuda WOAH, ke Karantina Uji Standar pada hari Kamis (08/05) kemarin.

Untuk mempersiapkan program Equine Disease Free Zone (EDFZ) di Indonesia, terutama di Jawa dan Bali, WOAH melakukan kunjungan konsultan ke Karantina Uji Standar.

Kepala Karantina Uji Standar Risma J.P Silitonga mengatakan, laboratorium Karantina Uji Standar secara konsisten melakukan beberapa pengujian penyakit hewan.

"Seperti penyakit kuda Afrika (AHS), penyakit infeksi kuda (EIA), penyakit flu burung equine, strangles, dourine, dan Glanders sejak tahun 2018, menggunakan metode diagnostik yang terbaru," tuturnya.

Selain itu, Risma menyatakan bahwa Karantina Uji Standar akan mendukung rencana untuk membuat zona bebas penyakit kuda di Jawa dan Bali.

Ini akan memungkinkan Indonesia untuk menjadi negara yang bebas dari penyakit kuda dan menjadi tuan rumah acara olahraga berkuda internasional.

Menurut Helmi, Dokter Hewan Karantina Ahli Madya, Laboratorium Karantina Uji Standar secara rutin melakukan pengujian untuk mengidentifikasi penyakit hewan.

Menurut Helmi, Karantina Uji Standar perlu meningkatkan kapasitas pengujian secara nasional dan bekerja sama dengan lembaga terkait dalam pengawasan penyakit yang tidak ada di Indonesia.

Dia juga ingin Karantina Uji Standar berpartisipasi dalam uji profisiensi dan uji banding di tingkat internasional.

Susanne Munsterman, Konsultan Equestrian WOAH, menjelaskan bahwa dalam kompetisi internasional di tahun mendatang, perlu ada komitmen dan usaha yang serius untuk membangun zona bebas penyakit kuda.

Selain itu, Susanne memiliki kesempatan untuk melihat kesiapan laboratorium Karantina Uji Standar untuk mendeteksi penyakit kuda.

Secara khusus, ia memuji peningkatan fasilitas laboratorium dan kemampuan untuk mendeteksi berbagai penyakit kuda.

"Ini adalah kali kedua saya mengunjungi laboratorium ini untuk persiapan Asian Games setelah 2018, dan saya takjub karena fasilitasnya telah berubah secara signifikan dan metode dan teknologi telah diperbarui," kata Susanne.

"Bisa saya katakan bahwa laboratorium Karantina Uji Standar jauh di depan dalam hal persiapan pengujian penyakit kuda," ungkapnya.

Pada akhir kunjungan, Risma menyatakan bahwa Karantina Uji Standar akan berkomitmen untuk menjadi pusat pengujian yang dapat diandalkan untuk mendukung keamanan lalu lintas hewan, khususnya kuda, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Badan Karantina Indonesia #zona bebas #penyakit kuda