RADAR BOGOR – Tahukah Anda bahwa membersihkan telinga dengan cotton bud, lidi, atau bahkan jepit rambut justru bisa membahayakan kesehatan telinga Anda?
Alih-alih membersihkan, kebiasaan ini berisiko mendorong kotoran telinga (serumen) makin masuk ke dalam, bahkan bisa melukai saluran telinga atau merobek gendang telinga.
Jika ingin membersihkan telinga, simak informasi berikut ini untuk kesehatan telinga.
Kenali Fungsi Serumen
Sebelum buru-buru membersihkan, penting untuk tahu bahwa serumen sebenarnya memiliki fungsi penting.
Serumen adalah cairan lengket yang dihasilkan oleh kelenjar minyak di liang telinga dan berfungsi untuk:
- Melindungi telinga dari kotoran dan debu
- Mencegah kekeringan
- Bersifat antibakteri dan antijamur alami
Dengan kata lain, telinga sebenarnya bisa membersihkan dirinya sendiri!
Masalah yang Bisa Terjadi
Namun, pada kondisi tertentu—terutama pada usia lanjut—serumen bisa menjadi lebih keras dan sulit keluar secara alami.
Hal ini dapat menimbulkan:
- Gangguan pendengaran
- Nyeri atau rasa penuh di telinga
- Gatal-gatal
- Telinga berdenging (tinnitus)
Faktor-faktor lain yang bisa memicu pengerasan serumen antara lain: diet, stres, dan faktor keturunan.
Kebiasaan yang Harus Dihindari
Beberapa kebiasaan yang umum dilakukan tapi justru berbahaya:
- Mengorek telinga dengan cotton bud/lidi/jepit rambut
- Bisa mendorong kotoran makin dalam
- Berisiko melukai liang telinga hingga merobek gendang telinga
- Menggunakan ear candle (terapi lilin telinga)
- Klaim manfaatnya belum terbukti secara ilmiah
- Bisa menyebabkan luka bakar atau serpihan lilin masuk ke telinga
Cara Aman Membersihkan Telinga
- Lalu, bagaimana cara membersihkan telinga yang aman?
- Biarkan serumen keluar sendiri secara alami, biasanya saat Anda:
- Mengunyah
- Menguap
- Berbicara
Bila serumen keluar, cukup dilap dengan tisu atau kain bersih dari bagian luar telinga saja.
Bila serumen terlalu keras dan menyumbat:
- Gunakan obat tetes telinga pelunak serumen
-Atau teteskan minyak zaitun 2–3 tetes, diamkan 5 menit
Ulangi 2–3 kali sehari selama 5–7 hari
Catatan: Jangan lakukan ini jika Anda pernah mengalami nyeri telinga atau telinga berlubang sebelumnya.
Jika kotoran tidak keluar juga dan menimbulkan keluhan, segera konsultasi ke dokter THT.
Dokter bisa membersihkan dengan:
- Alat pengait serumen
- Suction (alat penyedot)
- Irigasi (semprotan air khusus)
Tips Menjaga Kebersihan Telinga
- Hindari telinga kemasukan air saat keramas atau berenang
- Lap telinga dengan tisu atau kain bersih
- Gunakan penutup telinga jika perlu
- Bersihkan headset atau ear plug secara rutin
Telinga adalah organ yang sangat sensitif.
Membersihkan telinga dengan cara yang salah justru bisa menimbulkan masalah baru.***
Editor : Eli Kustiyawati