RADAR BOGOR - Kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Kota Bogor.
Sebanyak 210 orang yang tersebar dari beberapa sekolah diduga menjadi korban usai mengkonsumsi makan bergizi gratis, terhitung sejak Rabu (7/5/2025) hingga kemarin, Jumat (9/5/2025).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta kepada masyarakat di Indonesia untuk tetap tenang dalam menafsirkan setiap insiden yang terjadi.
“Karena target kami dari awal 0 kejadian,” ujar Dadan usai membesuk korban dugaan MBG di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Sabtu (10/5/2025).
Namun, untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dadan menerangkan pihaknya saat ini tengah mengkaji untuk asuransi jaminan kesehatan bagi siswa penerima manfaat MBG.
Dadan tidak menampik bahwa hingga saat ini produk jaminan kesehatan untuk para siswa penerima manfaat MBG memang belum pernah ada dan dilayangkan.
“Jadi kami disarankan minggu depan itu untuk berkumpul dengan asosiasi asuransi jiwa dan juga asosiasi asuransi umum termasuk konsorsium terkait dengan jaminan nagi penerima manfaat,” ungkapnya.
Bentuk jaminan kesehatannya sendiri, menurut Dadan bakal segera diterbitkan pasca pertemuan tersebut berlangsung, tetapi yang pasti hal itu bakal dilakukan BGN.
Di sisi lain Dadan mengklaim bahwa jaminan kesehatan ini sudah lebih dulu pihaknya berikan kepada para pekerja yang terlibat langsung dalam program MBG.
“Kami alhamdulillah sudah memberikan asuransi jaminan sosial kepasa parapekerja dengan bekerja sama dengan BPJS TK, dan mudah-mudahan ini juga bisa berlaku untuk siswa,” pungkasinya. (rp1)
Editor : Eka Rahmawati