Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hadiri Puncak Hari Tri Suci Waisak, Menteri Kebudayan Fadli Zon : Momen Refleksi Spiritual dan Pelestarian Warisan Budaya

Yosep Awaludin • Selasa, 13 Mei 2025 | 13:27 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon ikut menyalakan lampion di puncak Peringatan Waisak.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon ikut menyalakan lampion di puncak Peringatan Waisak.

RADAR BOGOR—Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Hari Waisak adalah momen yang memiliki nilai-nilai spiritual, historis, dan kultural yang kuat.

Hal itu disampaikan saat Fadli Zon memberikan pidato pada puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak 2569 BE tahun 2025 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (12/5/2025) malam.

Kementrian Kebudayaan memeriahkan acara puncak Waisak dengan pertunjukan tari dan seni budaya lokal untuk mendukung WALUBI.

"Selain menjadi perayaan keagamaan bagi umat Buddha, Waisak juga menjadi pengingat nilai-nilai luhur seperti kasih sayang dan perhatian. Nilai-nilai ini menjadi warisan spiritual yang masih sangat relevan dalam masyarakat modern," kata Fadli Zon.

Dengan tema 'Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia', Hari Waisak juga merupakan kesempatan strategis untuk berpikir dan merenungkan tentang bagaimana semua orang dapat bekerja sama mencapai perdamaian dunia yang sebenarnya.

Fadli menyatakan bahwa meningkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan adalah landasan untuk mewujudkan perdamaian dunia.

"Melalui semangat Waisak, kita harus menciptakan harmoni dan kebahagiaan, membuktikan bahwa cinta kasih dan kesadaran adalah kunci untuk mengatasi segala tantangan," tuturnya.

Selain itu, Fadli Zon menekankan pentingnya Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang kini menjadi warisan hidup.

Ketika pertama kali ditemukan, Borobudur adalah sebuah monumen mati dan situs mati. Namun, sekarang dia memiliki wajah baru sebagai monumen hidup, memberikan makna spiritual bagi masyarakat dan menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Dalam hal ini, Fadli Zon ingin Candi Borobudur tidak hanya menjadi situs bersejarah yang dilestarikan dan destinasi pariwisata, tetapi juga menjadi pusat ziarah internasional yang diakui dunia.

"Tidak diragukan lagi, nilai-nilai agung yang terkandung dalam Candi ini dapat berdampak positif pada negara kita. Kita harus mendorong aktivasinya untuk menjadi tempat perjalanan Budha," ujarnya.

Fadli menjelaskan bahwa tempat ziarah bukan hanya untuk penganut agama Budha tetapi juga untuk semua orang dengan nilai-nilai spiritual universalnya.

Fadli Zon berharap Hari Waisak ini akan memperkuat upaya kolektif untuk merawat dan memajukan kebudayaan dengan semangat persatuan, perdamaian, dan kebijaksanaan.

Serta membangun negara yang harmonis dan berakar kuat pada nilai-nilai luhur kemanusiaan, terutama di tengah arus globalisasi yang pesat dan gejolak dunia yang terus berkembang.

Mengikuti Menko Agus Yudhoyono dan Menteri Agama Nasarudin Umar, Fadli Zon menyalakan lampion di puncak Peringatan Waisak. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#waisak #fadli zon #candi borobudur