RADAR BOGOR - Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak keluarga yang ingin menyenangkan orang-orang tercinta dengan menyembelih hewan kurban.
Terlebih jika kondisi keuangan memungkinkan, membeli hewan kurban bisa menjadi bagian dari kebahagiaan bersama.
Namun, penting juga untuk memahami syarat-syarat hewan kurban yang layak agar ibadah kita sah dan membawa manfaat.
Buya Yahya menjelaskan, menurut para ulama, dan sebagaimana juga disampaikan dalam hadits Nabi, ada beberapa cacat pada hewan yang sebaiknya dihindari saat memilih hewan kurban.
Misalnya, hewan yang buta atau penglihatannya terganggu, pincang, atau memiliki penyakit kulit parah seperti koreng.
Cacat-cacat ini biasanya berdampak pada pertumbuhan hewan, khususnya dalam hal mencari makan, yang akhirnya membuat hewan menjadi kurus.
Bayangkan jika kambingnya pincang atau matanya rabun, tentu dia akan kalah cepat saat berebut makanan dengan yang lain.
Akhirnya dia kurus, dan inilah yang perlu dihindari.
Intinya, segala bentuk cacat yang menyebabkan hewan menjadi tidak sehat atau kurus, sebaiknya tidak dijadikan hewan kurban.
Namun, bagaimana jika di rumah hanya ada satu kambing, kondisinya kurus, dan itu satu-satunya yang bisa dikurbankan?
Dalam kondisi seperti ini, niat menyenangkan keluarga memang bisa menjadi pertimbangan, namun tetap harus diusahakan memilih yang terbaik dan sesuai syariat jika memungkinkan.
Banyak orang juga masih keliru dalam menilai kelayakan hewan kurban hanya dari bentuk fisiknya saja.
Misalnya, mengira kambing bertanduk pasti bagus. Padahal, tanduk bukanlah syarat sah kurban.
Biasanya, kambing bertanduk memang sudah berumur, tetapi jika tubuhnya kurus, itu tetap tidak disarankan.
Begitu juga dengan hewan yang sudah ompong; bisa jadi karena usianya sudah cukup, tapi kondisi tubuhnya tetap harus jadi pertimbangan utama.
Lalu, bagaimana soal jenis kelamin hewan kurban? Apakah harus jantan? Jawabannya: tidak harus.
Kambing betina pun boleh dikurbankan selama memenuhi syarat, seperti cukup umur dan sehat.
Bahkan, sekarang ini kambing betina cenderung lebih murah di pasaran.
Jadi, daripada tidak berkurban sama sekali, kambing betina besar dan sehat bisa menjadi pilihan yang baik untuk hewan kurban.
Yang terpenting adalah memahami esensi dari ibadah kurban itu sendiri: bukan hanya menyembelih hewan kurban, tapi memastikan hewan yang dikurbankan adalah yang terbaik yang kita mampu, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penerima.***
Editor : Eli Kustiyawati