RADAR BOGOR - Para petani kini bisa bernapas lega karena ada terobosan baru dari pemerintah yang bikin urusan tebus pupuk subsidi jadi lebih gampang.
Namanya terobosan baru itu i-Pubers, aplikasi digital yang bikin proses penebusan pupuk subsidi jadi lebih praktis dan efisien.
Dengan i-Pubers, petani yang mau mendapatkan pupuk subsidi cukup datang ke kios pupuk bawa KTP, tanpa perlu bawa berkas-berkas ribet. Petugas kios tinggal scan KTP, dan data petani langsung muncul di sistem.
Prosesnya cepat, nggak pake lama. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur geo-tagging dan timestamp, jadi setiap transaksi tercatat dengan lokasi dan waktu yang akurat.
Ini membantu pemerintah memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Menurut Parna, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Disperta Kabupaten Madiun, i-Pubers memudahkan pemesanan pupuk dan update data oleh petani sendiri. Dengan sistem ini, distribusi pupuk subsidi diharapkan lebih tepat sasaran.
Namun, alokasi pupuk subsidi tahun ini masih belum memenuhi kebutuhan petani. Untuk urea, hanya 52,8% dari pengajuan yang terealisasi, dan NPK hanya 29,3%.
Petani disarankan menggunakan pupuk non-subsidi atau organik untuk menutupi kekurangan tersebut.
Tri Sutrisno, Ketua Kelompok Tani Desa Simo, mengungkapkan bahwa petani di desanya masih belum familiar dengan i-Pubers.
Mereka enggan mengambil pupuk ke kios karena jarak yang jauh dan persyaratan yang dianggap rumit. Ia berharap pemerintah dapat menambah kuota pupuk untuk desanya.
Penerapan i-Pubers di Madiun merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendigitalisasi proses distribusi pupuk subsidi. Dengan sistem ini, diharapkan penyaluran pupuk lebih transparan dan akuntabel.
PT Pupuk Indonesia menyatakan bahwa i-Pubers telah diterapkan di lebih dari 27.000 kios pupuk di seluruh Indonesia.
Sistem ini memudahkan proses penebusan dan meningkatkan efektivitas pengawasan distribusi pupuk subsidi.
Petani yang ingin menebus pupuk subsidi cukup membawa KTP ke kios. Petugas kios akan memindai KTP menggunakan aplikasi i-Pubers, yang kemudian merekam transaksi dan mengambil foto KTP serta wajah petani dengan fitur geo-tagging dan timestamp untuk verifikasi.
Dengan adanya i-Pubers, proses administrasi di kios menjadi lebih efisien. Setiap transaksi penebusan pupuk subsidi langsung tercatat secara real-time, meningkatkan transparansi dan akurasi dalam menentukan penerima pupuk subsidi serta pergerakan stok pupuk di tingkat kios.
Meskipun demikian, penerapan i-Pubers masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal sosialisasi kepada petani yang belum familiar dengan teknologi ini.
Pemerintah daerah terus berupaya melakukan sosialisasi agar petani dapat memahami dan mengikuti prosesnya.
Dengan sistem i-Pubers, diharapkan distribusi pupuk subsidi menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien, sehingga petani dapat memperoleh pupuk dengan lebih mudah dan cepat.
Pemerintah juga terus berupaya mencarikan solusi terkait kekurangan pupuk subsidi, termasuk mendorong penggunaan pupuk organik dan non-subsidi untuk memenuhi kebutuhan petani.
Dengan adanya inovasi seperti i-Pubers, diharapkan sektor pertanian di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
Petani di Madiun kini memiliki harapan baru dengan adanya i-Pubers, yang memudahkan mereka dalam memperoleh pupuk subsidi tanpa harus menghadapi proses yang rumit dan memakan waktu.
Semoga dengan terus dikembangkannya sistem ini, petani di seluruh Indonesia dapat merasakan manfaatnya dan sektor pertanian kita semakin maju. (***)
Penulis : Sholihatun Nur Khasanah/Magang-Unpak
Editor : Yosep Awaludin