Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lebih Agung dari Ramadhan? Ini Keutamaan Ibadah di Awal Dzulhijjah Menurut Buya Yahya

Ahmad Susandi • Rabu, 14 Mei 2025 | 12:33 WIB

 

Buya Yahya menyampaikan keutamaan ibadah pada 10 hari bulan Dzulhijjah.
Buya Yahya menyampaikan keutamaan ibadah pada 10 hari bulan Dzulhijjah.
 
RADAR BOGOR - Tak hanya keutamaan bulan Ramadhan, tapi tahukah Anda bahwa ada sepuluh hari yang bahkan dikatakan lebih agung dari sepuluh hari terakhir Ramadhan? Itulah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana dijelaskan oleh Buya Yahya.
 
Dalam ceramahnya yang dilansir dari Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari paling mulia sepanjang tahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:
 
"Tidak ada hari-hari di mana amal sholeh lebih dicintai oleh Allah selain pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).”(HR. Bukhari).
 
Baca Juga: Bocor Berapa Hari Nih? Jangan Lupa Diganti Ya! Begini Cara Niat Qadha Puasa Ramadhan yang Benar Menurut Buya Yahya
 
Menurut ustadz pemilik nama lengkap Yahya Zainul Ma'arif, ini adalah waktu emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal sholeh, bahkan meskipun hanya berupa dzikir, sholat sunnah, atau sedekah kecil. 
 
Amal yang dilakukan dalam rentang 1–10 Dzulhijjah memiliki bobot yang sangat tinggi di sisi Allah, bahkan bisa mengalahkan keutamaan berjihad, kecuali bagi orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, lalu tak kembali.
 
Buya Yahya juga menyampaikan bahwa puasa di hari-hari tersebut, khususnya puasa Arafah (9 Dzulhijjah), adalah amalan yang sangat dianjurkan.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tanggapi Video Viral Siswa yang Sujud ke Ibunya di Barak Militer, Dedi Mulyadi: Sujud Itu Sujud yang Langka
 
"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Ini ampunan yang luar biasa besar," ujar Buya dalam kajiannya.
 
Lebih jauh, Buya Yahya menyoroti bahwa banyak umat Islam lalai terhadap keutamaan hari-hari ini. Mereka fokus pada Ramadhan, tetapi melewatkan Dzulhijjah tanpa semangat yang sama. 
 
Padahal, menurutnya Allah sendiri yang mengangkat derajat hari-hari ini dalam Al-Qur’an: "Demi fajar dan malam yang sepuluh" (QS. Al-Fajr: 1–2).
"Kalau Allah sampai bersumpah demi sesuatu, itu artinya hal tersebut sangat agung. Maka kita sebagai hamba harus memperhatikannya," ungkapnya.
 
Selain puasa dan sholat, Buya Yahya juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid selama sepuluh hari pertama ini. 
 
Baca Juga: Siswa SD di Indramayu Viral, Minta ke Gubernur Jawa Barat Agar Jalan Rusak Menuju Sekolah Diperbaiki, Dedi Mulyadi: Siap Nak, Segera Dilaksanakan
 
Bahkan, takbir mursal yakni takbir yang dibaca bebas di luar waktu shalat sudah dianjurkan sejak tanggal 1 Dzulhijjah.
 
"Kita hidupkan masjid, rumah, dan pasar dengan takbir, karena ini adalah bentuk syiar yang luar biasa," katanya.
 
Ia juga mengingatkan pentingnya berkurban bagi yang mampu. Kurban bukan hanya bentuk pengorbanan harta, tetapi juga pembuktian cinta kepada Allah.
 
Buya Yahya mengajak umat Islam untuk tidak melewatkan kesempatan emas di awal Dzulhijjah, sebagaimana mereka memuliakan Ramadhan dan ini menjadi saat terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbanyak amal, dan menyebar kebaikan.***
 

 

Editor : Eka Rahmawati
#Dzulhijjah #keutamaan #Buya Yahya