Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jelang Bulan Dzulhijjah, Ini Dua Amalan yang Sangat Eksklusif Dikerjakan Menurut Buya Yahya

Ahmad Susandi • Rabu, 14 Mei 2025 | 13:10 WIB
Buya Yahya menyampaikan terkait dengan puasa arafah dan kurban pada bulan Dzulhijjah.
Buya Yahya menyampaikan terkait dengan puasa arafah dan kurban pada bulan Dzulhijjah.
 
RADAR BOGOR - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu waktu mulia dalam kalender Islam. Di antara hari-hari yang sangat dianjurkan untuk beribadah, dua amalan menonjol sebagai bentuk penghambaan yang paling eksklusif yakni puasa Arafah dan ibadah kurban. 
 
Buya Yahya, seorang ulama yang dikenal dengan kelembutan dakwah dan kedalaman ilmunya, sebagaimana dilansir dari Youtube Al-Bahjah TV menyampaikan bahwa kedua amalan ini bukan hanya istimewa, tetapi juga spesifik hanya terjadi di bulan Dzulhijjah.
 
Puasa Arafah: Menghapus Dosa Dua Tahun
 
Puasa Arafah dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Menurut Buya Yahya, ini adalah puasa sunnah paling agung setelah puasa Ramadan.
 
 
Dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)
 
Buya Yahya menjelaskan bahwa Allah memberikan pengampunan dosa selama dua tahun hanya dengan satu hari puasa. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa kepada umat Nabi Muhammad Saw.
 
"Puasa ini ringan dilakukan, tapi dampaknya besar. Jangan sampai kita lewatkan. Setahun lalu kita banyak lalai, dan setahun ke depan kita tak tahu bisa selamat dari dosa atau tidak," ujar Buya.
 
 
Ibadah Kurban: Amalan Tertinggi pada Hari Raya Idul Adha
 
Amalan eksklusif lainnya yang hanya ada di bulan Dzulhijjah adalah ibadah kurban, yang pelaksanaannya dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) dan masih diperbolehkan sampai tanggal 13 (hari-hari Tasyriq).
 
Menurut Buya Yahya, kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi simbol totalitas cinta dan kepasrahan kepada Allah.
 
"Kurban adalah bukti bahwa kita siap mengorbankan apa yang kita cintai, demi meraih cinta Allah," ujarnya, merujuk pada kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan putranya Ismail.
 
 
Buya Yahya juga menekankan bahwa hari-hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) merupakan waktu yang masih penuh keutamaan untuk berkurban bagi yang belum sempat pada tanggal 10.
 
"Selama tiga hari itu, kita masih punya kesempatan untuk mendapatkan pahala seperti orang yang menyembelih di hari pertama," ungkapnya.
 
Lebih dari itu, kurban bukan hanya ibadah individu, ia adalah wujud kepedulian sosial, karena daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat luas. 
 
 
Buya mengingatkan bahwa kurban adalah bentuk ibadah yang mendekatkan hamba kepada Tuhannya sekaligus menebar manfaat kepada sesama.
 
Menjelang Dzulhijjah, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk tidak melewatkan dua ibadah yang hanya bisa dilakukan di waktu-waktu mulia ini yakni puasa arafah dan kurban.  
 
Editor : Eka Rahmawati
#Dzulhijjah #amalan #Buya Yahya