Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perkuat Hubungan Bilateral dan Kerjasama Strategis, Presiden Prabowo Terima Tanda Kehormatan Tertinggi dari Sultan Haji Hassanal Bolkiah

Yosep Awaludin • Kamis, 15 Mei 2025 | 08:59 WIB
Presiden Prabowo saat menerima tanda kehormatan tertinggi Brunei, yakni Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati (DK)
Presiden Prabowo saat menerima tanda kehormatan tertinggi Brunei, yakni Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati (DK)

RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan resmi ke Brunei Darussalam pada Rabu (14/5/2025).

Lawatan Presiden Prabowo ke Brunei ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama, khususnya di bidang pertahanan, pendidikan, serta industri.

Sesampainya di Bandar Seri Begawan, Presiden Prabowo disambut dengan upacara kenegaraan oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman.

Presiden Prabowo dan Sultan Haji Hassanal Bolkiah membahas sejumlah isu penting yang memiliki nilai strategis dan relevan bagi kepentingan bersama Indonesia dan Brunei Darussalam dalam pertemuan tersebut.

Pemberian tanda kehormatan tertinggi Brunei, yakni Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati (DK), kepada Presiden Prabowo menjadi sorotan utama dalam rangkaian kunjungan ini.

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dan penghormatan atas kontribusi Presiden Prabowo dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan Brunei.

Presiden Prabowo juga menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kerja sama di sektor pertahanan melalui pendidikan militer.

Ia menyampaikan undangan kepada Brunei agar dapat mengirimkan lebih banyak pasangan mudanya menempuh studi di Universitas Pertahanan Republik Indonesia.

Unhan RI sebelumnya telah menerima mahasiswa dari luar negeri, termasuk lulusan asal Brunei pada tahun 2014.

Selain bidang pendidikan, Presiden Prabowo juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan industri pertahanan.

Ia meyakini bahwa sinergi teknologi dan sumber daya antara Indonesia dan Brunei dapat menghasilkan sistem perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan kedua negara.

Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti penting dalam mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin selama lebih dari empat dekade antara kedua negara.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sultan Hassanal Bolkiah dipandang sebagai momentum awal terciptanya berbagai inisiatif kerja sama baru di waktu yang akan datang.

Setelah agenda pertemuan selesai, Presiden Prabowo dijamu dalam santap siang kenegaraan oleh Sultan.

Pertemuan berlangsung dalam nuansa hangat dan bersahabat, mencerminkan eratnya hubungan antara Indonesia dan Brunei.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas Perayaan hangat yang diberikan oleh Sultan serta rakyat Brunei Darussalam.

Ia menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan yang telah dibangun selama ini.

Lawatan ini menjadi bagian dari diplomasi aktif Presiden Prabowo dalam memperkuat Indonesia di kawasan Asia Tenggara, khususnya melalui kemitraan dengan posisi negara-negara tetangga.

Setelah menyelesaikan kunjungannya di Brunei, Prabowo dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Laos melanjutkan pembicaraan kerja sama bilateral.

Kunjungan ini menjadi tidak penting dalam awal kepemimpinan Presiden Prabowo, dengan tekanan pentingnya kerja sama regional serta peningkatan peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional.

Anugerah kehormatan dari Sultan Brunei ini mencerminkan kedekatan hubungan kedua negara, serta diharapkan dapat menandai dimulainya era baru dalam kerjasama antara Indonesia dan Brunei.

Strategi kerja sama antara kedua negara juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas kawasan serta menciptakan kesejahteraan rakyat melalui sinergi yang saling menguntungkan.

Dengan semangat kolaborasi dan persahabatan, diharapkan hubungan Indonesia dan Brunei akan semakin kuat dan berkelanjutan di masa depan. (***)

Penulis: Diana Rama Pratiwi/Magang-UT

Editor : Yosep Awaludin
#Presiden Prabowo #kerjasama #brunei darussalam