Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemerintah Indonesia Nyatakan Kesiapan Menjadi Mediator Konflik India-Pakistan Jika Diminta Kedua Negara

Yosep Awaludin • Minggu, 18 Mei 2025 | 09:30 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia siap menjadi mediator antara India dan Pakistan.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia siap menjadi mediator antara India dan Pakistan.

RADAR BOGOR - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi perdamaian antara India dan Pakistan jika kedua pihak mengajukan permintaan resmi.

Hal ini ditegaskan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, yang mana Menlu menekankan bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia adalah amanat konstitusi.

Dalam pernyataannya, Sugiono menjelaskan bahwa amanat Undang-Undang Dasar 1945 mendorong Indonesia untuk ikut serta dalam menciptakan dan memelihara perdamaian dunia.

Ia menegaskan bahwa jika diminta, Indonesia siap menjalankan peran tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan nilai-nilai perdamaian yang dianut bangsa.

Sugiono juga menyampaikan harapannya agar konflik antara India dan Pakistan tidak semakin meluas dan bisa segera diselesaikan melalui pendekatan diplomasi.

Menurutnya, perang tidak akan membawa manfaat bagi siapa pun dan hanya akan menyebabkan penderitaan masyarakat sipil.

Presiden Prabowo Subianto pun dalam berbagai kesempatan menyampaikan pentingnya kerja sama antarnegara dalam menyelesaikan konflik.

Presiden mendorong agar semua pihak mengutamakan dialog, saling pengertian, dan kolaborasi demi menjaga stabilitas kawasan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat drastis sejak India melancarkan operasi militer yang disebut Operasi Sindoor pada 7 Mei lalu.

Operasi ini mengincar sejumlah lokasi yang disebut India sebagai basis kelompok teroris yang berbasis di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan.

India mengklaim berhasil menetralisir sekitar 70 orang yang diduga teroris tanpa menyasar fasilitas militer milik Pakistan.

Namun, pihak Pakistan menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa sebanyak lebih dari 30 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sebagai bentuk balasan, Pakistan melakukan serangan terhadap lebih dari dua lusin titik strategi militer India, termasuk markas udara di Jammu dan Kashmir serta wilayah lain di India.

Pemerintah Pakistan juga menyatakan telah menembak jatuh sejumlah pesawat tempur India dalam serangan tersebut.

Menganggap perkembangan ini, Indonesia menyatakan bahwa mereka menekankan peningkatan eskalasi kekerasan dan mendorong kedua negara untuk menghentikan tindakan militer serta memulai dialog konstruktif.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi perantara dalam upaya rekonsiliasi, apabila diminta oleh India dan Pakistan.

Ia menambahkan bahwa seluruh tindakan Indonesia akan didasarkan pada amanat konstitusi dan prinsip perdamaian global.

Sikap ini merupakan bentuk implementasi dari Pembukaan UUD 1945 yang menciptakan peran aktif Indonesia dalam menciptakan dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Indonesia juga berharap konflik ini tidak berdampak lebih luas di kawasan Asia Selatan dan tidak menimbulkan instabilitas baru yang mengancam perdamaian regional.

Kementerian Luar Negeri menegaskan persetujuan Indonesia dalam menggelar upaya mediasi jika mendapat lampu hijau dari kedua negara.

Saat ini, Indonesia terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak dan mengikuti perkembangan situasi secara cermat.

Sebagai negara dengan pengalaman panjang dalam diplomasi dan perdamaian internasional, Indonesia diyakini memiliki kapasitas untuk memfasilitasi perundingan damai antara dua kekuatan nuklir di Asia Selatan tersebut.

Dengan sikap netral dan semangat kemanusiaan, Indonesia berkomitmen mendorong jalan damai demi mencegah eskalasi lebih lanjut dan menjaga stabilitas global. (***)

Penulis: Diana Rama Pratiwi/Magang-UT

Editor : Yosep Awaludin
#indonesia #india #pakistan