Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sebagai Upaya Konkret Menuju Kemandirian Energi Nasional, Presiden Prabowo Resmikan Dua Proyek Migas Strategis di Natuna

Yosep Awaludin • Selasa, 20 Mei 2025 | 08:30 WIB
Peresmian dua proyek migas strategis yang dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka pada Jumat (16/5/2025).
Peresmian dua proyek migas strategis yang dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka pada Jumat (16/5/2025).

RADAR BOGOR - Persiden Prabowo Subianto, meresmikan dimulainya produksi awal dari dua lapangan strategi migas, yakni Lapangan Forel dan Lapangan Terubuk.

Kedua lapangan proyek migas tersebut berada di wilayah South Natuna Sea Block B, Provinsi Kepulauan Riau. Acara peresmian dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka pada Jumat (16/5/2025).

Presiden Prabowo menyebutkan bahwa peluncuran produksi migas ini adalah langkah besar bagi bangsa menuju kemandirian energi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam sektor energi merupakan komponen penting dalam memperkuat pelestarian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Lapangan Forel dan Terubuk yang dikelola oleh Medco E\&P Natuna Ltd. diproyeksikan dapat menyumbang produksi harian sebesar 20.000 barel minyak dan 60 juta kaki kubik gas, atau setara dengan 30.000 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), proyek ini menelan investasi sekitar USD 600 juta atau hampir Rp 9,8 triliun, dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 2.300 orang selama tahap pembangunan.

Presiden turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi karya anak bangsa dalam proyek kapal ini, khususnya melalui pemanfaatan FPSO Marlin Natuna yang merupakan hasil konversi dari kapal tanker buatan dalam negeri.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah mampu mengembangkan dan mengoperasikan teknologi industri migas secara mandiri.

Wakil Menteri ESDM menambahkan bahwa proyek ini berkontribusi penting dalam mewujudkan target produksi nasional sebesar 900.000 barel per hari pada tahun 2029.

Lapangan Forel telah memulai produksi sejak 12 Mei 2025, dengan target awal 10.000 barel per hari.

Sementara Lapangan Terubuk akan beroperasi pada Oktober 2025 dengan target 6.500 barel per hari.

Presiden menyoroti bahwa keberhasilan proyek ini akan mengurangi ketergantungan pada impor energi, yang selama ini menguras devisa negara.

Dana tersebut nantinya dapat dialihkan untuk pembangunan di sektor lain yang lebih produktif.

Selain meningkatkan pasokan energi nasional, proyek ini juga menampilkan pencapaian penting dalam penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 100 persen.

Presiden menyebut seluruh pelaku proyek ini sebagai sosok-sosok yang layak disebut sebagai pahlawan energi Indonesia.

Dengan adanya proyek ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam pengembangan energi nasional yang berkelanjutan dan berfokus pada kepentingan rakyat.

Peresmian ini juga menjadi titik awal yang penting untuk mendorong pengembangan potensi migas di wilayah lainnya.

Pemerintah berharap proyek ini menjadi model sukses bagi investasi energi ke depan, serta memperkuat daya saing dan ketahanan energi nasional di tengah perubahan global.

Keberhasilan ini menjadi bukti kolaborasi positif antara pemerintah, pelaku industri migas nasional, dan masyarakat dalam membangun sektor energi yang mandiri dan berkelanjutan.

Melalui pengembangan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan, Indonesia terus melangkah menuju cita-cita menjadi negara berdaulat energi, mandiri, dan makmur. (***)

Penulis: Diana Rama Pratiwi/Magang-UT

Editor : Yosep Awaludin
#natuna #migas #Presiden Prabowo