Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tanda-tanda Pencairan Bansos Reguler Semakin Terang, Beberapa Daerah Sudah Cairkan Bantuan, Warga Bogor Termasuk? 

Mutia Tresna Syabania • Jumat, 23 Mei 2025 | 18:34 WIB

 

Ilustrasi uang bansos
Ilustrasi uang bansos
 
RADAR BOGOR - Tanda-tanda pencairan bantuan sosial (bansos) reguler yang dinantikan oleh para KPM mulai terlihat jelas. 
 
Sebelumnya, bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan) tahap 1 periode Januari-Maret 2025 sudah memasuki menu Penentuan KPM. Ini adalah tahap verifikasi dan validasi untuk menentukan KPM yang layak atau lolos di tahun 2025.
 
Perlu diingat, tidak semua KPM bansos yang cair di tahap sebelumnya akan cair kembali, apalagi di tahap kedua nanti, karena prosesnya akan lebih ketat. 
 
Data yang digunakan adalah DTSE (Data Tunggal Sosial Ekonomi), gabungan dari data P3KE, BKKBN, dan BAPANAS yang diverifikasi oleh BPS (Badan Pusat Statistik) agar bantuan lebih tepat sasaran, baik itu PKH, BPNT, BLT, dan lain sebagainya.
 
Baca Juga: Dibilang Gubernur Konten sampai Lambe Turah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Sia Teh Moal Manggih Gubernur Model Kieu, Geus Mere Gelar Rupa-Rupa
 
Kabar gembira datang untuk penerima BPNT! Selain PKH yang sudah muncul di Penentuan KPM, hari ini BPNT juga sudah muncul di aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation). 
 
Namun, kemunculannya baru di SIKS-NG Supervisor, artinya pendamping sosial belum bisa mengeceknya secara langsung. 
 
Jadi, jika Anda penasaran, Anda bisa menanyakan ke pendamping sosial untuk mengecek di SIKS-NG Supervisor.
 
Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui media sosial resminya sebelumnya menyatakan bahwa bantuan pangan non tunai atau sembako akan dicairkan per bulan sebesar Rp200.000. 
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Akui Pakai Gaya Kepemimpinan Pok Pek Prak, Dedi Mulyadi: Mulai Duluan, Sistem Belakangan
 
Namun, ada kabar mengejutkan bahwa hari ini untuk bantuan BPNT, pencairannya tidak per bulan, melainkan cair tiga kali lipat! Ini berarti KPM bisa mendapatkan Rp600.000.
 
Berdasarkan pengecekan terbaru dari SIKS-NG Supervisor (mengingat pendamping sosial belum bisa mengeceknya), informasi ini sangat baru dan menggembirakan bagi KPM BPNT. 
 
Dana akan dicairkan untuk periode 3 bulan, sehingga Anda akan mendapatkan Rp600.000.
 
Menariknya, BPNT ini selangkah lebih maju daripada PKH. Padahal PKH sudah melewati proses Penentuan KPM, namun BPNT hari ini sudah di tahap proses pencairan. 
 
Proses PKH memang sedikit lebih rumit dibandingkan BPNT. Keduanya mungkin akan saling "kejar-kejaran" dalam pencairan, terkadang PKH duluan, terkadang BPNT. Namun untuk sementara ini, sudah pasti bahwa bantuan BPNT akan cair untuk 3 bulan. 
 
Baca Juga: Disebut Gubernur Lambe Turah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Terima Kasih Bapak Baik Sekali, Tetapi Saya Mengoreksi Loh
 
Semoga prosesnya cepat, apalagi dengan fokus pada subsidi tepat sasaran, Kementerian Sosial menyatakan akan mempercepat penyaluran bansos ini. 
 
Semoga bantuan PKH, BPNT, dan bantuan kombo lainnya segera tersalurkan lancar, termasuk BLT BBM.
 
Apakah Anda sudah mengecek aplikasi Cek Bansos? Banyak KPM yang melaporkan bahwa bantuan KIS PBI JKN (Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional) yang dibayarkan pemerintah tidak lagi bisa digunakan. 
 
Artinya, ketika mereka berobat, petugas Puskesmas mengecek dan menemukan bahwa KIS PBI JKN mereka sudah tidak aktif.
 
Ada beberapa penyebab mengapa bantuan KIS PBI JKN ini dinonaktifkan:
 
Baca Juga: Pantauan SIKS-NG: Progres Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 2, Ada 7 Tahapan yang Harus Dilakukan KPM
 
- Gagal Keluarga PPU (Pekerja Penerima Upah) atau Gaji di Atas UMK/UMP/UMR: Ini adalah penyebab terbanyak. 
 
Jika KPM PKH, BPNT, atau penerima KIS PBI memiliki gaji di atas Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Upah Minimum Provinsi (UMP), atau Upah Minimum Regional (UMR), dan apalagi terhubung dengan BPJS Ketenagakerjaan, maka tidak hanya BPJS Ketenagakerjaannya yang dinonaktifkan, tetapi PKH dan BPNT-nya juga bisa di-off-kan. 
 
Ini sudah menjadi aturan pemerintah dan keterangannya akan muncul di Cek Bansos sebagai "Gagal Keluarga PPU atau gaji di atas UMP."
 
- Silakan cek status Anda di Cek Bansos. Jika masih aktif, berarti Anda masih bisa menggunakan KIS PBI JKN untuk berobat, dan semoga KIS PBI JKN dari Kementerian Sosial tetap aktif agar kesehatan Anda terjamin secara gratis oleh pemerintah.
 
Bantuan sosial BLT Dana Desa saat ini sedang dalam proses penentuan penerima. Banyak desa yang sedang melakukan musyawarah desa (Musdes) untuk menentukan KPM yang layak menerima BLT Dana Desa tahun 2025. Beberapa contoh desa yang melakukan Musdes hari ini adalah:
 
Baca Juga: Cek Bansos: KPM Status Tahap 2 Belum Berubah Jangan Khawatir, Bantuan Tetap Cair Selama Nama Anda Terdaftar
 
- Kecamatan Pule, Desa Jombok, Kabupaten Trenggalek
- Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang
- Desa Nglojo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang
- Desa Sedayu, Kabupaten Wonogiri
 
Selain itu, penetapan KPM BLT di Kecamatan Talang 4 juga sudah melakukan Musdes pada hari Jumat pekan lalu, dan penetapan calon KPM di Desa Kaliboto juga sudah melakukan Musdes.
 
Meskipun banyak desa yang masih melaksanakan Musdes, ada juga beberapa desa yang sudah mencairkan BLT Dana Desa sebesar Rp300.000, seperti Desa Gading.
 
Bagi Anda yang sedang menunggu BLT Dana Desa, semoga segera mendapatkan surat undangan untuk mengambil bantuan sosial tersebut.***
 
Editor : Eka Rahmawati
#bogor #bansos