RADAR BOGOR – Bagi Anda, para keluarga penerima manfaat bansos, khususnya penerima BPNT, ada kabar baik. Ada pembaruan penting dari aplikasi SIKS-NG Supervisor.
Sebelumnya, bansos BPNT belum menunjukkan pembaruan signifikan di SIKS-NG.
Namun, kemarin, di menu View DTESN, sudah muncul keterangan periode April–Mei–Juni 2025.
Meskipun keterangan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) masih berupa strip, ini menandakan bahwa proses sudah masuk ke tahap verifikasi rekening.
Apa itu verifikasi rekening? Ini adalah proses sinkronisasi data antara Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) dan Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).
Tujuannya adalah memastikan nama di e-KTP dan Kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) sama persis. Jika ada perbedaan, hal ini bisa menyebabkan gagal salur.
Ada dua kemungkinan hasil dari proses verifikasi rekening:
- Berhasil cek rekening
Ini menandakan data sudah sinkron dan bantuan Anda kemungkinan besar akan cair dalam waktu dekat.
- Gagal pengecekan rekening
Ada dua penyebab umum. Pertama, perbedaan nama antara Dukcapil dan Bank Himbara (misalnya, “Muhammad Ridwan” di Dukcapil dan “M. Ridwan” di KKS).
Jika ini terjadi, Anda perlu memperbaiki data di Dukcapil agar sinkron dengan bank.
Kedua, bagi yang gagal verifikasi rekening, Kementerian Sosial mungkin akan mengalihkan pencairan melalui PT Pos Indonesia.
Namun, perlu diingat, pencairan melalui PT Pos bagi yang gagal verifikasi rekening ini biasanya akan dilakukan belakangan, setelah pencairan reguler PT Pos selesai. Ini bisa sedikit merugikan karena ada keterlambatan.
Setelah berhasil verifikasi rekening, proses akan dilanjutkan ke Surat Perintah Membayar (SPM).
Setelah SPM, proses bisa langsung ke Standing Instruction (SI) agar bantuan cepat dicairkan.
Meskipun secara sistem tetap ada SP2D, biasanya tidak muncul di aplikasi SIKS-NG terbaru.
Bagaimana dengan PKH tahap kedua? Jika dicek di pendamping sosial, memang belum ada perubahan signifikan, bahkan belum final closing.
Namun, jika dicek di SIKS-NG Operator Supervisor, statusnya sudah sama dengan BPNT, yaitu dalam proses verifikasi rekening.
Kabar baiknya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah memulai proses verifikasi rekening untuk bantuan PKH tahap kedua.
Ini mengindikasikan bahwa Bank BRI kemungkinan besar akan menjadi bank pertama yang mencairkan bantuan.
Di tahap-tahap sebelumnya pun, Bank BRI sering kali lebih cepat dalam proses verifikasi rekening.
Setelah verifikasi rekening berhasil, data akan dilaporkan ke Kementerian Sosial untuk diproses SPM, SP2D, SI, dan top-up.
Perbedaan update antara Operator Supervisor dan pendamping sosial memang lumrah terjadi karena Operator Supervisor adalah yang paling update informasinya dari Kementerian Sosial.
Jadi, alhamdulillah, ada perubahan positif di aplikasi SIKS-NG untuk PKH dan BPNT tahap kedua, yang sudah dalam proses verifikasi rekening dan tinggal menunggu tahapan selanjutnya.
Kementerian Sosial Republik Indonesia menawarkan dua program bantuan sosial tambahan yang sudah bisa didaftarkan mulai hari ini:
Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA)
Program ini ditujukan bagi KPM yang sudah memiliki usaha atau rintisan usaha.
Meskipun nominal pastinya belum dirincikan oleh Kementerian Sosial, pencairan sebelumnya bisa mencapai Rp6 juta per penerima manfaat.
Program Bekerja
Program ini ditawarkan bagi KPM yang belum memiliki pekerjaan dan ingin dipekerjakan oleh Kementerian Sosial.
KPM PKH yang berusia produktif dapat memilih salah satu dari kedua program ini.
Targetnya, satu pendamping sosial akan mendaftarkan KPM dampingannya sebagai penerima manfaat program PENA atau program Bekerja.
Dua bantuan sosial ini sangat penting bagi KPM produktif untuk meningkatkan taraf hidup keluarga karena bantuan ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi.***
Editor : Eli Kustiyawati