Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lebaran Haji Sebentar Lagi, Ini Manfaat Kurban pada Hari Raya Idul Adha 2025 Menurut Buya Yahya

Ahmad Susandi • Selasa, 27 Mei 2025 | 07:41 WIB
Buya Yahya menjelaskan makna dan manfaat kurban di Hari Raya Idul Adha sebagai momen berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi.
Buya Yahya menjelaskan makna dan manfaat kurban di Hari Raya Idul Adha sebagai momen berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi.

RADAR BOGOR – Hari Raya Idul Adha dikenal sebagai momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah kurban.

Namun, apa sebenarnya manfaat dari berkurban di Hari Raya Idul Adha? Buya Yahya, seorang ulama dan cendekiawan Muslim ternama, memberikan penjelasan mendalam mengenai makna dan manfaat kurban dalam Islam.

Menurut Buya Yahya, salah satu manfaat utama kurban adalah menjadikan kaum Muslimin dapat merasakan kebahagiaan dan kegembiraan di Hari Raya Idul Adha.

“Manfaat kurban adalah untuk menjadikan kaum Muslimin agar bisa senang di hari raya itu. Senang di hari raya itulah, ada bersenang-senang,” ujarnya.

Idul Adha memang bukan hanya sekadar hari raya biasa, melainkan juga momentum kebersamaan dan berbagi.

Selain itu, Buya Yahya menegaskan pentingnya momen penyembelihan hewan kurban dilakukan di hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Karena masih dalam suasana hari raya, penyembelihan pada waktu tersebut memiliki nilai ibadah yang lebih tinggi.

Yang tak kalah penting adalah pembagian daging kurban. Buya Yahya mengingatkan bahwa daging kurban tidak boleh hanya dinikmati oleh keluarga sendiri saja.

“Jangan hanya dibagi semuanya ke keluarga. Tidak dapat, ini kan dibagi semuanya ke keluarganya. Ngenes, anaknya ngelihat kambing bapaknya disembelih, gigit jari,” katanya.

Ia menekankan bahwa daging kurban harus dibagikan secara adil dan merata agar semua pihak dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha.

Terkait jenis kurban, Buya Yahya membedakan antara kurban wajib (yang telah dinazarkan) dan kurban sunah.

Untuk kurban wajib, daging tidak boleh dimakan oleh keluarga yang berkurban, sementara untuk kurban sunah boleh dimakan oleh keluarga.

Pembagian daging yang ideal, menurutnya, adalah sepertiga untuk keluarga, sepertiga untuk tamu, dan sepertiga untuk orang-orang yang membutuhkan.

Dalam hal ini, Buya Yahya juga mengimbau agar orang yang berkurban bisa menyenangkan keluarga dengan membagikan sebagian daging di rumah sendiri.

“Kalau Anda ingin bersenang-senang di rumah, sembelih kurban. Tidak usah dikirim ke lembaga,” ujarnya.

Tujuannya agar suasana hari raya menjadi penuh sukacita dan kebersamaan.

Buya Yahya juga menekankan bahwa proses penyembelihan kurban tidaklah mudah.

Proses ini membutuhkan pengelolaan dan pembagian yang benar supaya manfaat kurban dapat dirasakan secara maksimal oleh semua pihak.

Dengan begitu, kurban di Idul Adha bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga sarana mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan antarsesama umat Muslim.***

Editor : Eli Kustiyawati
#ibadah kurban #idul adha #Buya Yahya