RADAR BOGOR—Korlantas Polri mulai melakukan proses sosialisasi terkait rencana operasi besar truk ODOL (Over Dimension and Over Loading). Sosialisasi dimulai Minggu (1/5/2025).
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa tahapan sosialsiasi ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan, dan merupakan fase penting dalam pelaksanaan rencana operasi truk ODOL yang telah dirancang secara menyeluruh.
"Khususnya terkait data kepemilikan kendaraan yang terindikasi tidak sesuai dengan ketentuan dimensi kendaraan (Over Dimension) di seluruh wilayah Indonesia," katanya. Pemutakhiran data intelijen lalu lintas adalah fokus dari tahapan sosialisasi operasi truk ODOL.
Selanjutnya, peningkatan kesadaran dan pendekatan persuasif, termasuk memberikan informasi kepada pengemudi dan pemilik kendaraan secara langsung mengenai rencana tindakan yang akan dilaksanakan.
"Diharapkan, para pemilik kendaraan dapat melakukan normalisasi terhadap kendaraannya yang tidak sesuai ketentuan. Atau tidak mengoperasionalkan kendaraan tersebut guna mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas," tutur Kakorlantas.
Agus menyatakan bahwa fase sosialisasi operasi truk ODOL ini juga merupakan kesempatan penting untuk membangun pemahaman bersama dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
"khususnya para pelaku usaha transportasi, dalam mendukung transformasi menuju sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan," tandasnya.
Terakhir, Agus menyatakan bahwa menuju Indonesia zero ODOL bukan hanya tindakan penegakan hukum.
Dia juga menyatakan bahwa ini adalah gerakan bersama untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas nasional. (***)
Editor : Yosep Awaludin