Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Apakah Puasa Sunnah Arafah Boleh Digabung dengan Hutang Puasa Ramadan? Ini Jawaban dari Buya Yahya

Eli Kustiyawati • Selasa, 3 Juni 2025 | 09:15 WIB
Buya Yahya menjawab pertanyaan mengenai puasa sunnah Arafah dan hutang puasa Ramadan
Buya Yahya menjawab pertanyaan mengenai puasa sunnah Arafah dan hutang puasa Ramadan

RADAR BOGOR – Dalam menghadapi bulan Dzulhijjah, banyak umat Muslim ingin memperbanyak ibadah, termasuk salah satunya puasa sunnah Arafah.

Namun, muncul pertanyaan terkait tata cara menjalankan hutang puasa Ramadan yang bersifat wajib, seperti qadha atau nazar, bersamaan dengan puasa sunnah seperti puasa Arafah.

Dalam sebuah kajian, Buya Yahya menjelaskan bahwa mendahulukan puasa wajib—baik karena qadha (utang puasa) maupun nazar—lebih utama dibandingkan puasa sunnah.

Hal ini karena puasa wajib memiliki bobot pahala yang lebih besar di sisi Allah SWT.

“Bila memiliki utang puasa, dahulukan membayar utang tersebut. Jangan menggabungkan niat puasa wajib dengan niat puasa sunnah. Niat ibadah wajib, seperti salat dan puasa fardu, tidak boleh digabungkan dengan ibadah lain,” ujar Buya Yahya.

Namun, ada pengecualian dalam puasa sunnah. Apabila dua puasa sunnah jatuh di hari yang sama, seperti puasa Arafah yang kebetulan jatuh pada hari Kamis, maka seseorang boleh meniatkan dua puasa sekaligus: puasa Arafah dan puasa Kamis.

Berbeda halnya jika seseorang hendak menunaikan puasa nazar atau qadha. Bila jatuh bertepatan dengan hari Arafah, maka cukup niatkan untuk membayar puasa nazar atau qadha.

Allah akan tetap memberikan pahala puasa Arafah sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya.

“Jika niat puasa nazar dilakukan pada hari Arafah, maka pahalanya lebih besar. Bahkan, Allah akan memberikan pahala ganda—nazar dan Arafah—karena kasih sayang-Nya,” jelas Buya Yahya, merujuk pada pandangan dalam mazhab Abu Hanifah.

Dengan demikian, umat Muslim yang memiliki tanggungan puasa wajib dianjurkan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu, terutama saat masuk bulan-bulan mulia seperti Dzulhijjah.

Menghindari penggabungan niat antara puasa wajib dan sunnah merupakan bentuk kehati-hatian dalam beribadah.***

Editor : Eli Kustiyawati
#Dzulhijjah #Buya Yahya #puasa sunnah arafah #hutang puasa