Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Berkat Pengabdiannya Dalam Pengembangan Budaya Jawa, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Diganjar Anugerah Praba Nawasena Budaya 2025

Yosep Awaludin • Rabu, 4 Juni 2025 | 10:56 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat mendapatkan Anugerah Praba Nawasena Budaya dalam kategori Cultural Statesman of Indonesia.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat mendapatkan Anugerah Praba Nawasena Budaya dalam kategori Cultural Statesman of Indonesia.

RADAR BOGOR—Dalam program Javanese Cultural Awards 2025 yang diselenggarakan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendapatkan Anugerah Praba Nawasena Budaya dalam kategori Cultural Statesman of Indonesia.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas pengabdian, pengorbanan, dan kepeloporan Fadli Zon, serta peran kepemimpinannya dalam pengembangan dan pemajuan budaya Jawa.

Fadli Zon menerima berdasarkan kriteria rekam jejaknya dalam pelestarian budaya Jawa, memberikan dampak besar pada masyarakat dan aktif menyebarkan pengetahuan dan nilai-nilai budaya Jawa.

Sebagai penerima penghargaan, Menbud Fadli Zon dinilai memenuhi berbagai kriteria. Salah satu capaian keberhasilannya adalah mendirikan dan merawat Perpustakaan Fadli Zon di Jakarta, yang memiliki banyak manuskrip Jawa, keris, buku kuno, dan koran.

Selanjutnya, ada Rumah Budaya Fadli Zon di Aie Angek, Sumatra Barat, dan Rumah Kreatif Fadli Zon di Depok, di mana 8000 wayang disimpan.

Selain itu, Fadli Zon juga menjabat sebagai Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Ketua Umum Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), dan Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia.

Bahkan pada usia 20 tahun, Fadli pernah menulis tentang "Sosok Ronggowarsito di Pentas Politik dan Seni Budaya Jawa" di jurnal ilmiah Prisma. Ia pernah menjadi Dewan Redaksi beberapa media cetak dan majalah sastra Horison.

Fadli Zon juga menerima gelar Kanjeng Pangeran Kusumohadiningrat (2010) dan Kanjeng Pangeran Aryo Kusumoyudho (2011) dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

Kemudian Bhakti Karya Nusantara, Penghargaan Budaya dari Puri Agung Singaraja, Buleleng, dan Tanda Kehormatan Indonesia Bintang Mahaputra (2020).

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. “Anugerah Praba Nawasena Budaya ini merupakan amanat kolektif yang merepresentasikan perjuangan dan dedikasi para pelaku budaya di seluruh tanah air,” katanya.

"Karena itu, saya menerima penghargaan ini dengan penuh kerendahan hati sebagai penghormatan bagi semua pelaku budaya yang telah mengabdikan hidupnya untuk menjaga dan menghidupkan warisan luhur bangsa," tuturnya.

Selain itu, ia menekankan fungsi PUI Javanologi sebagai contoh pusat studi yang berfungsi sebagai tempat refleksi akademis dan juga sebagai tempat produksi pengetahuan dan inovasi kebudayaan. PUI Javanologi telah bekerja sama dengan lebih dari 40 universitas di seluruh dunia.

Menbud menegaskan bahwa keberadaan lembaga seperti PUI Javanologi merupakan fondasi penting bagi masa depan kebudayaan Indonesia.

"Ke depan, institusi pendidikan harus terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya memajukan kebudayaan," jelasnya.

Menurut Dr. Fitria Rahmawati, Plh. Rektor UNS, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, UNS memulai dua program unggulan melalui PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret untuk mendukung kemajuan kebudayaan Jawa.

"Kedua program UNS Jawametrik dan Javanese Cultural Awards dimaksudkan untuk membangun ekosistem budaya Jawa yang lebih kuat, relevan, dan berkelanjutan," katanya.

Hadir dalam malam penganugerahan ini kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, seniman budayawan Jawa, dan pengageng Kraton Solo.

Hadir juga Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani; Plh. Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Dr. Fitria Rahmawati; dan Kepala PUI Javanologi, Prof. Sahid Teguh Widodo.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyatakan bahwa pemerintah Kota Surakarta melihat kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi yang nyata terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Jawa, yang memiliki nilai-nilai luhur dan kekayaan sejarah.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Prof. Sumarsam, Ph.D., seorang akademisi di departemen musik Universitas Wesleyan di Amerika Serikat, bersama dengan Fadli Zon, atas upayanya untuk mempromosikan budaya Jawa, terutama gamelan, di dunia internasional.

Selain itu, Fadli Zon menyambut baik upaya UNS Jawametrik sebagai kemajuan besar dalam membangun kerangka institusional untuk bidang kebudayaan.

Menurutnya inisiatif ini bukan hanya mengukur sejauh mana budaya Jawa diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi penghargaan bagi institusi yang konsisten memajukan budaya dalam konteks nasional maupun global.

"Ini adalah bentuk bangunan institusi yang penting dalam ekosistem kebudayaan kita," ungkapnya.

Dalam pidato penutupnya, Fadli mengucapkan terima kasih kepada UNS dan semua orang yang telah berkomitmen untuk mempertahankan kebudayaan Jawa.

"Semoga acara ini menjadi inspirasi dan penguat komitmen kita bersama untuk terus menyuburkan khazanah budaya Indonesia sebagai kekuatan yang hidup, bergerak, dan bermakna bagi generasi mendatang," jelasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#universitas sebelas maret #fadli zon #Menteri Kebudayaan