RADAR BOGOR – Meskipun banyak struk pencairan bansos BPNT Rp600.000 yang bermunculan, penting untuk dipahami bahwa aplikasi SIKS-NG milik pendamping, desa, bahkan supervisor kabupaten/kota hanya dapat memantau wilayah kerja masing-masing.
Ini berarti, jika ada klaim pencairan di suatu daerah, belum tentu langsung terlihat di SIKS-NG daerah lain. Penyaluran bansos ini tidak serentak di seluruh Indonesia.
Jangan terburu-buru atau berkali-kali mengecek saldo setiap hari. Penyaluran bansos tunai memang tidak pernah serentak karena berbagai faktor, seperti jumlah KPM yang sangat besar, perbedaan bank penyalur, dan adanya pencairan via kantor pos.
Durasi penyaluran bisa memakan waktu hingga satu bulan penuh sampai tuntas untuk satu periode.
Menteri Sosial secara resmi mengumumkan bahwa pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial triwulan II tahun 2025 untuk 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bantuan ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua, dengan total nilai mencapai Rp10 triliun.
Bantuan sosial triwulan kedua memang telah dimulai penyalurannya, dan struk pencairan sudah mulai bermunculan secara bertahap. Ingatlah, penyaluran bersifat bertahap dan tidak serentak.
Bagi yang belum mendapatkan saldo, Anda bisa melakukan pengecekan secara berkala di aplikasi Cek Bansos untuk memastikan status penerimaan.
Namun, perlu diingat juga bahwa tidak semua penerima bantuan sosial akan terus menerimanya.
Penggunaan sumber data baru, yaitu DTSE Nasional, juga menjadi pedoman penyaluran bansos yang lebih akurat.
Diharapkan tidak sering mengecek saldo ATM secara langsung karena dapat berisiko merusak kartu KKS atau bahkan membuat kartu tertelan mesin ATM.
Tunggulah informasi dari pendamping sosial masing-masing, karena informasi dari pendamping sudah pasti valid dan dapat menjadi rujukan utama.***
Editor : Eli Kustiyawati