Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

175 Orang Jemaah Haji Indonesia Wafat, Mayoritas Penyakit Ini Jadi Penyebabnya

Yosep Awaludin • Minggu, 8 Juni 2025 | 08:20 WIB

Ilustrasi jemaah haji.
Ilustrasi jemaah haji.

RADAR BOGOR—Pada hari ke-38 operasional haji 1446 H/2025 M, sebanyak 175 jemaah haji Indonesia meninggal dunia.

Data tentang jemaah haji yang meninggal diperoleh dari Sistem Komputerisasi Kesehatan Haji Terpadu (Siskohat) hingga pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Saat dikonfirmasi di Makkah, dr. Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, menyatakan, dari total 175 jemaah haji yang wafat, sebanyak 170 orang berasal dari jemaah haji reguler, dan 5 orang lainnya berasal dari jemaah haji khusus.

Baca Juga: Cuma 1 Jam dari Jakarta! Taman Bukit Palem Resort Ini Tawarkan Liburan Ala Pedesaan yang Super Nyaman dengan Harga Mulai dari Rp800 Ribuan

Imran mengatakan bahwa penyebab utama kematian jemaah masih penyakit jantung. Dari seluruh kasus, 77 dari mereka diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Selain itu, terjadi 15 kematian karena infeksi berat yang menyebabkan kegagalan organ, dan 11 kasus lainnya karena gangguan pernapasan akut dan dehidrasi.

Faktor pemicu utama jemaah haji wafat termasuk juga cuaca ekstrem, kelelahan fisik, dan penyakit bawaan.

Baca Juga: Villa Genteng Bogor, Penginapan Mewah dan Tenang dengan Pemandangan Gunung di Cigombong, Harga Mulai Rp1,4 Jutaan

“Namun, alhamdulillah hingga hari ini, jumlah jemaah yang meninggal lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, yang mencapai 190 orang pada hari operasional yang sama,” kata Imran.

Menurut informasi yang diperoleh JawaPos.com dari dashboard kesehatan haji 2025, lokasi di mana jemaah haji Indonesia meninggal adalah sebagai berikut:

- Makkah 114 orang
- Madinah 30 orang
- Arafah 14 orang
- Bandara 9 orang
- Mina 8 orang

Berdasarkan usia, 62,9% dari jemaah wafat laki-laki, dan 37,1% perempuan. 55,4% dari jemaah wafat adalah orang tua di atas 65 tahun, dan sisanya berusia 41-64 tahun.

Kematian meningkat setiap hari selama masa puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang dimulai Kamis (5/6): 5 Juni, hari wukuf, 9 jemaah wafat.

Pada 6 Juni, 11 jemaah wafat, yang merupakan jumlah tertinggi selama fase Armuzna. Pada 7 Juni, 5 jemaah wafat.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa tekanan dan suhu ekstrim selama puncak ibadah haji terus menjadi masalah besar bagi jemaah haji yang berisiko tinggi.

Dengan kehadiran lebih dari 1.000 tenaga kesehatan haji kloter (TKHK), 192 personel PPIH Kesehatan, serta armada ambulans dan fasilitas rujukan medis di titik-titik padat, PIH Arab Saudi menyatakan bahwa pelayanan kesehatan terus diperkuat.

Baca Juga: Enchanting Valley Bogor, Destinasi Wisata Keluarga yang Edukatif dan Terjangkau

"Kita terus berikhtiar dan berharap kepada Allah, semoga seluruh jemaah Indonesia tetap sehat, ibadahnya lancar, dan pulang ke Tanah Air dalam keadaan selamat," kata Imran. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#jemaah haji #indonesia #meninggal dunia