RADAR BOGOR – Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap kedua memang sudah dimulai.
Meskipun belum terlihat secara massal, bukti-bukti struk pencairan bansos sudah mulai beredar di media sosial.
Ini menguatkan sinyal bahwa pencairan bansos tahap kedua sedang berlangsung.
Pihak yang memiliki akses ke SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Nasional) mengetahui kemajuan pembaruan data.
Informasi yang disampaikan mungkin mencerminkan perkembangan di desa atau kecamatan.
Namun, perlu diingat bahwa pembaruan dapat berbeda di setiap daerah karena proses verifikasi dan validasi yang bervariasi, serta perbedaan bank penyalur atau keterlambatan pembaruan secara real time.
Pihak operator pusat telah merilis BNBA (Berkas Nominatif Bantuan) sebagai acuan data bayar PKH, yang dapat dilihat berdasarkan provinsi, kabupaten, bank penyalur, jumlah KPM, dan total nominal yang disalurkan.
BNBA ini menunjukkan bahwa proses validasi rekening telah selesai. Artinya, KPM yang terdaftar dalam BNBA ini secara administrasi positif akan menerima pencairan, tergantung pada respons masing-masing bank penyalur.
Berikut adalah pantauan bank yang sudah menunjukkan transaksi penarikan saldo PKH dan BPNT per akhir pekan ini:
•Wilayah Aceh (Bank BSI): Terlihat struk transaksi bansos PKH dan program sembako (BPNT). Nominal PKH disesuaikan dengan jumlah kategori anggota keluarga, sedangkan BPNT sebesar Rp600.000.
•Daerah Sulawesi Tengah (Bank BRI): Ditemukan struk pencairan bantuan BPNT sebesar Rp600.000, dengan penarikan saldo pada tanggal 7 Juni.
Meskipun struk yang beredar di media sosial dan grup WA belum banyak, ini menjadi bukti bahwa penyaluran terus berjalan. Jika Anda belum menerima saldo, prosesnya belum terhenti.
Salah satu hambatan saat ini adalah hari libur dan cuti bersama secara nasional, yang kemungkinan membuat informasi dan proses sedikit senyap.
Tetap bersabar dan tunggu informasi dari pendamping atau pihak kantor desa. Kami tidak menganjurkan Anda untuk sering mengecek saldo di ATM.
Di aplikasi SIKS-NG, khususnya di tingkat desa, sudah bisa dicek warga yang masuk dalam DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) berdasarkan desil. Informasi ini sangat penting karena memudahkan pengecekan kelayakan bansos.
Itulah informasi terkini mengenai pemantauan pencairan bansos PKH dan BPNT, pembaruan di aplikasi SIKS-NG, serta peluncuran bansos janda dan lansia di Pulau Morotai.***
Editor : Eli Kustiyawati