RADAR BOGOR — Musim haji kembali tiba, dan salah satu oleh-oleh paling dinantikan dari Tanah Suci Makkah adalah air Zamzam.
Air Zamzam yang penuh berkah ini sering dibawa pulang oleh para jemaah haji maupun umrah untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat.
Namun, adakah cara khusus untuk meminum air Zamzam agar keberkahannya benar-benar terasa?
Buya Yahya, ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, memberikan penjelasan tentang adab dan cara meminum air Zamzam agar manfaatnya semakin optimal.
Dalam kajian yang disampaikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa cara yang paling dianjurkan adalah minum dalam keadaan duduk.
“Cara minumnya tetap duduk. Nabi memang pernah minum berdiri, itu menunjukkan bahwa berdiri tidak haram. Tapi sunnahnya adalah duduk,” ujar Buya Yahya.
Beliau menekankan bahwa jika seseorang tidak mampu duduk karena kondisi kesehatan atau situasi tertentu, minum sambil berdiri diperbolehkan.
Namun, memaksakan diri minum berdiri tanpa alasan justru bertentangan dengan adab yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Selain soal posisi tubuh, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya niat saat meminum air Zamzam.
Air ini tidak sekadar minuman, melainkan sumber berkah, makanan yang mengenyangkan, sekaligus obat yang menyembuhkan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
"Innaha mubarokatun, Zamzam itu penuh berkah, inna tha’amuhu tha’amu wa syifa’u suqmin."
Buya Yahya menganjurkan, saat meminum air Zamzam, niatkan dalam hati sesuai dengan kebutuhan atau harapan masing-masing, baik itu untuk kesembuhan, kemudahan rezeki, atau keberkahan hidup.
“Kalau lagi minum Zamzam, diniati. Diniati Zamzam lima syuribah, tergantung niatnya bagaimana,” jelasnya.
Di akhir pesannya, Buya Yahya mengingatkan para pemirsa untuk tidak menyia-nyiakan keberkahan air Zamzam, apalagi saat musim haji tiba, ketika air suci ini lebih mudah diperoleh.
“Jangan hanya diteguk begitu saja. Berniatlah yang baik, insyaallah pintu keberkahan akan terbuka,” pungkasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati