RADAR BOGOR — Setelah mencuatnya tagar SaveRajaAmpat yang viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik soal ancaman kerusakan lingkungan di kawasan Raja Ampat, Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah tegas.
Dalam rapat terbatas yang dipimpinnya, Presiden memutuskan mencabut izin usaha pertambangan (IUP) empat perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, mewakili pemerintah, Senin (9/6).
“Atas petunjuk Bapak Presiden, pemerintah akan mencabut izin usaha pertambangan untuk empat perusahaan di Kabupaten Raja Ampat,” ujar Pratikno.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya para pegiat media sosial, atas kepeduliannya dalam menyuarakan perlindungan lingkungan di kawasan wisata dunia itu.
Pemerintah memang telah sejak Januari 2025 menjalankan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penataan Kawasan Hutan dan Penertiban Usaha Berbasis Sumber Daya Alam, termasuk pertambangan.
Namun, gelombang aspirasi masyarakat belakangan ini semakin mempercepat proses peninjauan terhadap IUP-IUP di Raja Ampat.
Arifin Tasrif memaparkan bahwa dari lima IUP yang ada, empat di antaranya dicabut, yakni PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Rayon Perkasa, dan PT KW Sejahtera Mining.
“Kami sudah turun langsung ke lapangan bersama gubernur dan bupati Raja Ampat. Kami pastikan kawasan ini harus dilindungi, apalagi sebagian wilayah yang terdampak masuk kawasan geopark,” jelas Arifin.
Ia menegaskan bahwa pencabutan dilakukan karena ditemukan pelanggaran lingkungan serta pertimbangan perlindungan ekosistem laut yang vital bagi pariwisata dan masa depan Raja Ampat.
Sementara itu, PT Gak Nikel — satu-satunya perusahaan yang masih beroperasi — akan diawasi secara ketat.
“AMDAL-nya harus ketat, reklamasinya harus ketat, tidak boleh merusak terumbu karang,” tambah Arifin.
Presiden Prabowo, melalui keputusan ini, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kelestarian Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kita ingin Raja Ampat tetap menjadi wisata dunia, untuk keberlanjutan negara kita,” kata Arifin dengan nada tegas.***
Editor : Eli Kustiyawati