Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ada yang Berminat Jadi Guru Sekolah Rakyat? Kemensos Buka Rekrutmen, Simak Persyaratan dan Jadwalnya

Yosep Awaludin • Rabu, 11 Juni 2025 | 10:27 WIB
Ilustrasi guru Sekolah Rakyat
Ilustrasi guru Sekolah Rakyat

RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) memulai proses rekrutmen guru untuk Sekolah Rakyat pada Selasa (10/6/2025).

Untuk menjadi guru di Sekolah Rakyat, Anda harus memenuhi beberapa persyaratan, salah satunya adalah mendapatkan sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Kemensos bekerja sama dengan beberapa kementerian untuk melakukan proses seleksi guru untuk Sekolah Rakyat ini.

Mulai dari BKN hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pengadaannya jelas dan gratis.

“Ada 1.554 formasi jabatan fungsional guru ahli pertama yang dibuka, untuk nantinya ditempatkan di Sekolah Rakyat yang tersebar di 100 lokasi tahap pertama,” kata Sekjen Kemensos Robben Rico di Jakarta, Selasa (10/6/2025).

"Selanjutnya, kita akan melakukan seleksi tambahan nanti untuk memperoleh guru-guru terbaik yang akan mendidik dan mengawal anak-anak di Sekolah Rakyat ini. Tentunya Kementerian Sosial akan membantu proses seleksi tambahan tersebut," tuturnya.

Meskipun demikian, tidak semua guru dapat mendaftar dalam seleksi ini. Hanya guru yang telah menerima gelar PPG dan telah mengikuti proses seleksi ASN PPPK pada tahun 2024 yang dapat mendaftar.

Batasan usia juga diwajibkan. Calon guru Sekolah Rakyat harus berusia antara 20 dan 45 tahun. Tidak boleh memiliki riwayat hukuman penjara selama dua tahun atau lebih sebelumnya.

Orang yang bersangkutan harus memiliki rekam jejak yang bersih, dan alias mereka tidak pernah diberhentikan dengan hormat, baik atas permintaan sendiri maupun tidak.

"Tidak kalah penting, calon guru Sekolah Rakyat tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia," jelasnya.

Para calon Sekolah Rakyat juga dilarang terlibat dalam politik praktis atau menjadi anggota atau pengurus partai politik.

Sangat penting bahwa calon guru Sekolah Rakyat memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) atau sarjana terapi. Sehat secara fisik dan rohani, dan bersedia ditempatkan di mana pun di Indonesia dan tinggal di asrama.

Tak ada daftar persyaratan yang diperlukan untuk mengikuti seleksi ini. Untuk informasi lebih lanjut, Kemensos meminta calon peserta memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00.

Akibatnya, dia memiliki kemampuan bahasa Inggris yang aktif, baik lisan maupun tulisan, telah menyelesaikan semua tahapan seleksi ASN PPPK Tahun Anggaran 2024, dan terdaftar di SSCASN, Sistem Seleksi Calon ASN.

Seleksi dilakukan oleh Kemendikdasmen antara tanggal 10 dan 12 Juni 2025, dan hasilnya akan diumumkan pada 16 Juni 2025.

Setelah itu, calon guru harus melakukan registrasi online melalui aplikasi Kemensos dari 16-17 Juni 2025. Pada 18 Juni 2025, pengumuman tentang seleksi kompetensi tambahan akan diumumkan.

Selanjutnya, Kemensos melakukan seleksi Kompetensi Tambahan Calon Guru Sekolah Rakyat dari 19 hingga 23 Juni 2025.

Roben menyatakan bahwa Kemensos akan menyelenggarakan ujian kompetensi tambahan secara online, yang mencakup psikotes, tes bahasa Inggris, dan wawancara.

“Bagi calon guru yang tidak mengikuti rangkaian seleksi ini, dinyatakan mengundurkan diri,” tegasnya.

Dia kemudian menyatakan bahwa guru-guru yang lulus seleksi menjadi guru Sekolah Rakyat akan diangkat sebagai ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Jabatan Fungsional (PPPK JF) di bawah naungan Kemensos.

Pengumuman PPPK JF Guru Sekolah Rakyat dijadwalkan pada 30 Juni 2025, dan pengangkatan resmi PPPK JF Guru Sekolah Rakyat dijadwalkan pada Juli 2025.

“Mereka akan menerima gaji pokok, tunjangan profesi guru, tunjangan kinerja, dan pelatihan khusus sebagai guru Sekolah Rakyat,” katanya.

Roben juga menekankan bahwa pada titik tertentu, semua guru Sekolah Menengah yang lolos seleksi akan diwajibkan untuk menerapkan disiplin ASN sesuai dengan aturan yang berlaku di Kemensos.

Mereka juga harus melakukan proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum. Selain itu, mereka harus bersedia ditempatkan di Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dan bersedia melakukan tugas tambahan yang diberikan oleh Kemensos. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#rekrutmen guru #Sekolah Rakyat #kementerian sosial