RADAR BOGOR – Tiga hari lagi, tepatnya 16 Juni 2025, pemerintah akan mengumumkan hasil seleksi PPPK tahap 2.
Pengumuman seleksi PPPK tahap 2 ini akan dilakukan secara bertahap, mulai 16 hingga 25 Juni 2025.
Setiap tenaga honorer pasti ingin lolos seleksi PPPK dan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namun, karena terbatasnya jumlah formasi PPPK tahap 2, tidak semua tenaga honorer yang ikut seleksi akan berhasil.
Artinya, pasti ada di antara honorer yang tidak akan lolos seleksi.
Melihat kondisi tersebut, muncul pertanyaan besar, “Bagaimana nasib para honorer yang tidak berhasil lolos PPPK tahap 2 ini?”
Kesempatan Kedua: Optimalisasi Pengangkatan Menjadi PPPK Penuh Waktu bagi Honorer
Menjawab pertanyaan tersebut, pemerintah kembali memberikan kesempatan kepada tenaga honorer yang belum lolos seleksi untuk menjadi PPPK penuh waktu melalui kebijakan optimalisasi.
Namun, kebijakan ini baru akan berlaku setelah pengumuman kelulusan PPPK tahap 2 pada 16 Juni mendatang.
Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen Aparatur Sipil Negara BKN, Suharmen, menjelaskan bahwa ada kesempatan kedua yang diberikan kepada honorer yang telah mengikuti seleksi PPPK 2024 (tahap 1 dan 2), namun tidak lolos.
Namun, ada pengecualian bagi honorer yang terdata di database BKN tetapi tidak mengikuti seleksi PPPK 2024. Mereka tidak dapat memanfaatkan jalur optimalisasi ini.
Sederhananya, optimalisasi hanya diperuntukkan bagi honorer yang sudah berjuang dalam proses seleksi PPPK tahun 2024.
Jika Jalur Optimalisasi Belum Berhasil, Masih Ada PPPK Paruh Waktu
Jangan berkecil hati jika Anda belum mendapatkan formasi melalui jalur optimalisasi.
Sebab, Kepala BKN, Prof. Zudan Arif, menjelaskan bahwa mereka akan dialihkan menjadi PPPK paruh waktu.
Meski belum terjadwal secara resmi, pengusulan pengangkatan PPPK paruh waktu akan dilaksanakan tahun ini juga.
Oleh karena itu, BKN mengimbau instansi untuk tidak melakukan pemberhentian terhadap tenaga honorer.***
Editor : Eli Kustiyawati