Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

PT Mitra Natura Raya Wakili Indonesia pada Kongres Kebun Raya Internasional di Korea Selatan

Eka Rahmawati • Senin, 16 Juni 2025 | 18:12 WIB
PT Mitra Natura Raya (MNR) atau Kebun Raya.id yang merupakan mitra strategis dari BRIN hadir dalam 11th ICEBG di Seoul, Korea Selatan.
PT Mitra Natura Raya (MNR) atau Kebun Raya.id yang merupakan mitra strategis dari BRIN hadir dalam 11th ICEBG di Seoul, Korea Selatan.

RADAR BOGOR – Ajang bergengsi 11th International Congress on Education in Botanic Gardens (ICEBG) di Korea Selatan dihadiri PT Mitra Natura Raya (MNR) atau Kebun Raya.id. 

PT MNR yang merupakan mitra strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mengelola empat Kebun Raya di Indonesia, menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang 11th ICEBG yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan.  

Direktur pengelola Kebun Raya, Marga Anggrianto bahkan hadir menjadi pembicara pada kongres Kebun Raya Internasional tersebut.

Dalam pemaparannya, Marga menyuarakan kolaborasi Pentahelix dalam Kebun Raya yang merupakan aksi nyata The Sustainable Development Goals (SDGs).

Direktur pengelola empat Kebun Raya milik BRIN (Bogor, Cibodas, Purwodadi dan Bali) tersebut menjadi pembicara dan panelis ahli di ajang 11th ICEBG yang digelar pada 9-13 Juni 2025.

Kongres tersebut dihelat Korea National Arboretum bersama Botanic Gardens Conservation International (BGCI) dan diadakan setiap 3 sampai 4 tahun sekali.

Tahun ini kongres mengangkat tema "Education for Change: The Role of Botanic Gardens in Addressing Global Challenges" dan menyoroti peran penting kebun raya dalam menjawab tantangan krisis iklim serta mempertahankan keanekaragaman hayati lewat pendidikan.

Tak hanya itu, kongres juga dihadiri para delegasi pimpinan dan praktisi dari Kebun Raya seluruh dunia. Baik itu merupakan Kebun Raya milik pemerintah, universitas, maupun dari kalangan swasta.

Marga Anggrianto menjadi pembicara pada hari pertama, 9 Juni 2025 lalu menyampaikan tentang situasi Kebun Raya di Indonesia serta peraturan yang menaungi yakni Perpres Nomor 83 Tahun 2023.

Dalam pemaparannya setelah opening ceremony kongres Kebun Raya tersebut di sesi “Education and Research for Plant Conservation and Sustainable Management in Indonesia” Marga menjelaskan tentang skema Kemitraan Pemerintah-Swasta (Public-Private Partnership) dalam pengelolaan empat Kebun Raya milik BRIN yang terdiri dari Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Bali bersama mitra strategis swasta sebagai contoh sukses Sustainable Management model yang sudah terjadi.

Selanjutnya, Marga juga menjadi narasumber panelis ahli pada hari ketiga kongres yakni 11 Juni 2025 dengan para direktur Kebun Raya dari Amerika Serikat, Jerman, Ukraina serta perwakilan dari Kebun Raya di Malaysia. 

Pada momen tersebut mengangkat tema “Interdisciplinary Approach to Botanic Garden Education: Integrating Science, Art and the Humanities”.

Dalam ajang tersebut ditekankan pentingnya kolaborasi menyeluruh antar praktisi dan pemangku kepentingan di dalam Kebun Raya, baik itu pemerintah, peneliti, seniman, tenaga pendidik dan pelaku usaha untuk memajukan fungsi edukasi dari Kebun Raya.

Marga mengatakan pihaknya merasa terhormat bisa terundang dalam kongres ini dan tentu saja agenda paling penting dalam kongres adalah kesepakatan bersama dari para delegasi pimpinan Kebun Raya seluruh dunia.

"Bahwa kolaborasi pengelolaan Kebun Raya merupakan aksi nyata dari agenda SDG yang selama ini digaungkan, aksi nyata bersama untuk edukasi dan pelestarian biodiversitas yang dimiliki oleh bumi ini untuk masa depan anak cucu kita,” kata Marga dalam keterangannya.

Editor : Eka Rahmawati
#PT Mitra Natura Raya #korea selatan #kebun raya