RADAR BOGOR – Beberapa hari belakangan ini, pencairan bansos BPNT telah lengkap di seluruh bank penyalur. Jika sebelumnya belum banyak yang mencairkan di KKS BNI, alhamdulillah mulai pagi ini sudah banyak KPM yang melaporkan berhasil menarik saldo sebesar Rp600.000.
Banyak penerima manfaat bansos telah melaporkan masuknya dana bantuan melalui mesin ATM maupun aplikasi perbankan digital.
Beberapa KPM bansos bahkan mengunggah bukti saldo yang masuk. Salah satu unggahan menunjukkan saldo BPNT Rp600.000 masuk setelah pencairan PKH cair terlebih dahulu.
Pencairan dilakukan secara bertahap, sehingga wajar jika ada penerima yang belum menerima bantuan pada hari ini.
Bagi yang belum cair, diimbau untuk bersabar dan terus memantau perkembangan secara berkala melalui layanan digital maupun pengecekan saldo langsung di mesin ATM.
Mengenai penebalan bansos Rp400.000, sudah ada kabar di media sosial. Beberapa unggahan menampilkan bukti saldo masuk Rp400.000 di rekening BSI dan Bank Mandiri.
Namun, perlu klarifikasi lebih lanjut apakah dana tersebut benar-benar dari penebalan bansos atau bantuan sosial lain yang dicairkan menggunakan BSI dan Mandiri, karena hingga hari ini belum ada informasi resmi dari Kementerian Sosial terkait pencairan bantuan penebalan tersebut.
Informasi terakhir, bantuan penebalan bansos kemungkinan cair di pekan ketiga dan keempat Juni hingga bulan Juli.
Berdasarkan informasi terbaru, beberapa penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) kini juga terdaftar sebagai calon peserta Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahap kedua tahun 2025 yang telah memasuki status final closing.
Ini berarti proses verifikasi dan validasi data telah selesai. Begitu pula bagi KPM yang belum cair bantuannya, kemungkinan akan masuk ke bantuan susulan pada termin berikutnya.
Secara rinci, KPM BPNT yang memenuhi kriteria PKH—misalnya memiliki ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas dalam keluarga—telah diintegrasikan ke dalam daftar penerima PKH.
Ini sesuai dengan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTPS). Pada menu final closing periode April–Juni, status ini menunjukkan daftar calon penerima telah ditetapkan dan pencairan bansos selanjutnya akan melalui proses cek rekening dan SP2D, lalu transfer melalui Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI) atau Kantor Pos untuk wilayah tertentu.
Adapun besaran bantuan bagi KPM BPNT yang lolos menjadi penerima PKH secara terinci adalah sebagai berikut:
•Bantuan BPNT Rp600.000 untuk periode April–Juni 2025, dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
•Bantuan PKH bervariasi tergantung komponen, misalnya hingga Rp1,3 juta per tahap untuk keluarga dengan anak sekolah, ibu hamil, atau lansia.
•Selain itu, beberapa KPM juga berpotensi menerima bansos tambahan seperti bantuan tunai Rp400.000 atau beras 20 kg sebagai respons terhadap inflasi.
Proses pencairan bansos dilakukan secara bertahap, dan undangan PT Pos untuk pengambilan bantuan beras juga menjadi kabar baik yang dinanti-nantikan.
Bagi yang belum mendapatkan bansos, tetap disarankan untuk memeriksa saldo secara berkala melalui aplikasi atau mesin ATM, serta selalu memantau informasi terbaru dari pemerintah dan media sosial terpercaya.***
Editor : Eli Kustiyawati