Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waduh Separah Ini! Gunung Lewotobi Laki-Laki Alami Erupsi, Status Awas, Warga Harap Segera Mengungsi

Ira Yulia Erfina • Rabu, 18 Juni 2025 | 06:31 WIB
Gunung Leowotobi Erupsi Dahsyat, Warga Mengungsi hingga Penerbangan Terganggu
Gunung Leowotobi Erupsi Dahsyat, Warga Mengungsi hingga Penerbangan Terganggu

RADAR BOGOR – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi besar pada Selasa (17 Juni 2025) pukul 17.35 WITA.

Letusan dahsyat ini memuntahkan kolom abu setinggi 10 kilometer dari puncak gunung, memicu hujan kerikil dan abu yang menyebabkan langit di sekitarnya gelap gulita.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera menetapkan status aktivitas Level IV (Awas), yang merupakan tingkat tertinggi dalam sistem peringatan dini bencana vulkanik di Indonesia.

Menurut laporan PVMBG, kolom abu terpantau menjulang hingga ketinggian ±11.584 meter di atas permukaan laut. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 6–7 menit.

Selain letusan vertikal, Gunung Lewotobi juga meluncurkan awan panas ke berbagai arah, memperluas ancaman ke wilayah permukiman sekitar.

Erupsi mengejutkan ini memaksa ribuan warga dari beberapa desa seperti Pululera, Boru, Konga, dan sekitarnya melakukan evakuasi darurat.

Beberapa warga menyebut kondisi di desa mereka seperti “malam hari” akibat tertutupnya sinar matahari oleh abu vulkanik.

Tidak hanya warga, petugas pos pengamatan PVMBG pun turut mengungsi ke lokasi aman, seperti gereja dan fasilitas umum.

PVMBG memperluas radius zona bahaya menjadi 7 kilometer ke segala arah, bahkan 8 kilometer pada sektor barat daya hingga timur laut. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di dalam zona tersebut.

Peringatan juga diberikan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu dari puncak gunung untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin saat hujan turun.

Erupsi ini memicu peringatan penerbangan (VONA) warna merah akibat abu vulkanik yang mencapai jalur udara.

Sejumlah rute penerbangan ke wilayah Indonesia bagian timur, termasuk menuju Bandara Ngurah Rai, Bali, dilaporkan mengalami gangguan atau pembatalan sementara.

Lembaga pemantau global juga menyoroti erupsi ini sebagai salah satu letusan terbesar di Asia Tenggara sepanjang 2025.

Gunung Lewotobi telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak Maret 2025. Pada 17 Juni saja, tercatat 44 letusan eksplosif hanya dalam satu hari.

Ini menjadikan Lewotobi sebagai salah satu gunung api paling aktif saat ini di Indonesia.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, gunung tersebut sempat berstatus Siaga namun mengalami penurunan aktivitas. Kini, letusan kembali meningkat secara signifikan.

PVMBG dan BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 7–8 kilometer dari puncak, menggunakan masker atau pelindung saluran pernapasan dari abu, serta tetap waspada terhadap banjir lahar dingin dan mengikuti arahan BPBD dan petugas lapangan terkait evakuasi dan distribusi bantuan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#pvmbg #erupsi #puncak gunung #Gunung Lewotobi Laki-laki