RADAR BOGOR - Utusan Presiden Bidang Energi, Iklim, dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, memuji gerakan menanam bambu di sejumlah daerah belakangan ini.
Bahkan, Hashim berharap Indonesia di masa depan akan menjadi Pusat Pelatihan dan Pelestarian Bambu Dunia.
Hal ini sangat penting karena Indonesia memiliki beragam jenis bambu dengan kualitas terbaik di dunia.
Karena itu, Hashim berpendapat bahwa dukungan penuh harus diberikan kepada siapa pun yang diminta untuk menanam bambu.
"Apakah itu dilakukan oleh penyelenggara negara, seperti kepala daerah dan para menteri yang relevan, atau oleh warga masyarakat sendiri," katanya.
Beberapa pekan sebelumnya, Hashim, adik Presiden Prabowo, menerima dukungan dari sejumlah tokoh dan ahli bambu. Aki Jatinika Naggamihardja, Ketua Yayasan Bambu Indonesia, adalah salah satunya.
Hashim berpendapat bahwa manfaat bambu untuk kepentingan ekologis dan ekonomis sudah menjadi kebutuhan global, bukan hanya di Indonesia.
Hashim mengatakan bahwa pesan penting dari semangat menanam bambu adalah bahwa kita sangat peduli dengan lingkungan hidup.
"Ini sangat penting, karena masalah iklim dan lingkungan hidup sudah menjadi masalah besar dunia. Apalagi, dalam konteks kekhawatiran warga dunia terhadap krisis iklim, berkurangnya oksigen, dan peningkatan panas bumi," katanya.
Dalam hal ini, Hashim mendorong semua pihak yang terlibat, baik di kementerian, provinsi, dan kabupaten-kota, untuk bekerja sama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat.
Salah satunya adalah menanam bambu, yang telah ditunjukkan sebagai penghasil oksigen yang luar biasa.
Menurut Hashim, bukan hanya itu, bambu juga termasuk tananam yang memiliki kapasitas menyerap air yang tinggi, yang merupakan faktor penting dalam mengatasi banjir dan tanah longsor.
Hashim menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan ini, seharusnya segera dimulai pertimbangan tentang metode pembudidaya bambu (hulu) dan metode pembudidaya bambu (hilir) untuk memanfaatkannya secara ekonomis dan ekologis.
Hashim menegaskan bahwa salah satu cara untuk memulainya adalah dengan memberikan pelatihan yang berbeda, mulai dari teknik menanam hingga mengembangkan industri bambu.
“Dan ke depan, saya ingin Indonesia menjadi pusat pelatihan dan pelestarian bambu dunia,” tegasnya.
Hashim mengakui bahwa teknologi kita yang lebih maju jauh tertinggal dari China dalam hal kepentingan industri bambu. Bambu dapat digunakan sebagai arang, sepatu, kain, dan herbal kesehatan.
Hashim mengatakan bahwa ini bukan hanya tantangan tetapi juga peluang bagi Indonesia. Ini karena, berdasarkan data dari Bamboo Global Market Report pada 2024, pasar bambu global mengalami peningkatan pesat, dan ada tren yang terus meningkat.
Hashim mengatakan bahwa banyak negara seperti Amerika Serikat, India, Jerman, dan bahkan China sekarang mulai tertarik untuk investasi bambu di Indonesia.
Karena apa? karena bambu Indonesia yang khas dengan berumpunnya dianggap memiliki kualitas terbaik.
"Harusnya ini menjadi peluang besar secara ekonomi. Apalagi, sejarah panjang bangsa ini tidak terlepas dari bambu. Dari namanya saja, orang Inggris menyebutnya bamboo. Ini artinya, bambu itu memang milik kita dan harta karun kita," tuturnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin