RADAR BOGOR – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan kabar mengejutkan: sebanyak 1,3 juta rekening KPM bansos tercatat gagal tersalurkan pada tahap 2 tahun 2025 ini. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari KPM penerima bansos PKH dan BPNT.
Apa penyebab utama gagalnya penyaluran bansos ini?
Rekening tidak aktif lagi: Salah satu penyebab utama adalah rekening KPM yang sudah tidak aktif.
Perbedaan data: Adanya ketidaksesuaian data antara informasi KPM di buku rekening/tabungan dengan data di Dukcapil (KTP dan Kartu Keluarga) menyebabkan anomali data.
Hal ini mengakibatkan dana bantuan gagal masuk ke rekening KPM. Inilah alasan mengapa banyak KPM mengeluh bantuannya tidak cair, padahal pada tahap 1 atau tahun-tahun sebelumnya masih cair.
Dugaan ketidaksesuaian/penyalahgunaan data: Ada dugaan bahwa KPM yang selama ini menerima bansos tidak lagi layak atau terdapat penyalahgunaan data.
Menteri Sosial Gus Ipul sedang menindaklanjuti masalah ini dengan berkoordinasi bersama pihak Bank Himbara dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).
Keterlibatan PPATK menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa dana bansos tidak diterima oleh pihak yang tidak berhak, serta untuk mencegah indikasi korupsi, manipulasi data, atau pencucian uang terkait penyaluran bantuan sosial.
Jika bantuan sosial Anda belum cair hingga akhir periode penyaluran tahap 2 tahun 2025 ini, langkah pertama adalah mengetahui penyebabnya.
Bagaimana cara mengetahuinya?
Anda bisa langsung menanyakan data tersebut ke:
•Operator SIKS-NG di desa atau kelurahan setempat
•Pendamping sosial PKH Anda (jika Anda penerima PKH)
•Dinas Sosial setempat, untuk mengecek data melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKS)
Di dalam DTKS, semua penyebab mengapa bansos tidak cair (atau hanya mengalami keterlambatan) akan dijelaskan secara detail.
Perlu diingat, penyaluran bantuan sosial saat ini masih bertahap dan terbagi menjadi beberapa termin. Prosesnya masih terus berjalan hingga periode penyaluran tahap ketiga dimulai.
Mengingat penyaluran tahap kedua baru dimulai sekitar seminggu yang lalu, artinya masih ada harapan dan waktu yang panjang bagi bantuan Anda untuk cair di periode atau termin-termin berikutnya.
Bagi KPM yang bantuannya biasa cair melalui PT Pos Indonesia, wajar jika hingga kini belum ada pencairan.
Pasalnya, memang belum dilakukan penyaluran bantuan sosial PKH maupun BPNT tahap 2 yang biasa cair melalui PT Pos Indonesia. Ini berbeda dengan KPM yang cair via kartu KKS, yang penyalurannya sudah dimulai.
Namun, Anda tidak perlu khawatir. Proses penyaluran via PT Pos sedang berjalan. Semoga saja dalam waktu dekat ini, yaitu di akhir bulan Juni, penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT yang biasa cair melalui PT Pos Indonesia akan segera dimulai.
Pencairan ini diprediksi akan berbarengan dengan penebalan bantuan sosial BPNT sebesar Rp400.000 untuk alokasi bulan Juni dan Juli.
Sebagai informasi tambahan, pemerintah saat ini sudah menggunakan sistem desil dalam penyaluran bantuan sosial PKH, BPNT, dan PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan).
Setelah menggunakan DTKS, pemerintah secara fix memprioritaskan bantuan sosial kepada masyarakat yang berada di desil rendah, khususnya desil 1, 2, dan 3. Desil 4 masih termasuk kategori penerima prioritas.
Namun, bagi masyarakat yang berada di desil 5 dan seterusnya ke atas (berpenghasilan lebih tinggi), tidak akan lagi mendapatkan bantuan sosial reguler seperti PKH dan BPNT.
Ini menjadi salah satu penyebab mengapa banyak KPM yang sebelumnya cair pada tahap 1, kini tidak cair lagi pada tahap 2.
Semoga semua penerima bansos lancar pencairannya dan tetap ditetapkan sebagai KPM.
Namun, jika Anda dinyatakan sudah mampu, bersyukurlah, karena itu berarti Anda telah dianggap mampu secara ekonomi dan semoga ke depannya benar-benar mandiri.***
Editor : Eli Kustiyawati