Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada Aksi Penipuan KTP Digital! Banyak Pejabat dan Warga Jadi Korbannya, Begini Modus Pelaku

Yosep Awaludin • Sabtu, 21 Juni 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi penipuan KTP digital
Ilustrasi penipuan KTP digital

RADAR BOGOR—Masyarakat diminta untuk waspada terhadap modus operandi penipuan yang menggunakan KTP digital untuk memverifikasi KTP manual.

Para pelaku penipuan KTP Digital mengaku bekerja untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, juga dikenal sebagai Dukcapil, untuk mengelabui korban.

Pelaku juga menyebutkan data diri korban secara lengkap untuk meyakinkan korban. Kepala Suku Dinas (Kasudin) Dukcapil Jakarta Pusat, Syamsu Bachri, juga mengakui banyaknya penipuan dengan modus verifikasi KTP digital.

“Memang semenjak dua bulan belakangan ini kasus penipuan mengatasnamakan Dukcapil tengah marak. Modus mereka mengaku sebagai petugas Dukcapil untuk memverifikasi KTP Manual ke KTP Digital,” katanya.

Menurut Syamsu, ada beberapa laporan dari warga hingga pejabat Pemkot yang menjadi korban tentang modus operandi penipuan yang bertujuan untuk mengambil uang dari korban dengan menggunakan data pribadi mereka.

Menurutnya, individu yang melakukan kejahatan biasanya akan mengaku sebagai petugas, kemudian menyebut identitas mulai dari nama korban, anak, suami, nomor KTP dan KK. Mereka dapat mengetahui identitas korban yang mereka incar.

Selain itu, kasus ini telah dibahas dalam Rakornas yang dipimpin langsung oleh Dirjen Adminduk di tingkat nasional.

Penipuan ini tidak hanya terjadi di Jakarta tetapi juga di beberapa daerah lain. "Dan kami sudah diberikan arahan apa yang harus dilakukan agar tidak ada yang kena tipu," tuturnya.

Syamsu mengatakan dia telah meminta petugas kelurahan dan kecamatan untuk terus melakukan sosialisasi untuk menghindari korban berikutnya.

"Kami menasihati komunitas kami untuk tidak menanggapi telepon, surat terkait kependudukan, atau media sosial," tuturnya.

"Tolong abaikan itu. Petugas kami hanya bertugas di kelurahan, kecamatan, dan mobil keliling Dukcapil," tegasnya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Lenny Tristia, seorang pegawai PJLP Diskominfotik DKI Jakarta, menjadi korban penipuan dengan alasan mengganti KTP manual dengan KTP digital.

Sebagai petugas Dukcapil Kecamatan Tanah Abang, pelaku berhasil mengambil uang Lenny sebesar Rp2,6 juta yang seharusnya digunakan untuk biaya kuliah anaknya.

Setelah pelaku mengetahui data pribadi Lenny, mereka mengarahkan korban untuk menginstal aplikasi tidak resmi dan membuka situs web palsu.

Korban menyadari bahwa uang telah ditransfer ke rekening atas nama Maulana Pratama Salasah setelah transaksi mobile banking gagal. Polisi Metro Tanah Abang saat ini sedang menyelidiki kasus ini. (***)

REKONSTRUKSI: Sejumlah penyidik mempersiapkan kamar yang digunakan tersangka MAA sebelum rekonstruksi kasus kakak jual adik di Hotel Kenda, Cakranegara, Mataram, Jumat (20/6).
REKONSTRUKSI: Sejumlah penyidik mempersiapkan kamar yang digunakan tersangka MAA sebelum rekonstruksi kasus kakak jual adik di Hotel Kenda, Cakranegara, Mataram, Jumat (20/6).
Editor : Yosep Awaludin
#KTP digital #dukcapil #penipuan