RADAR BOGOR - Saat ini, pemerintah memprioritaskan penyaluran bantuan sosial seperti PKH, BPNT, PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan), dan BLT lainnya kepada masyarakat yang berada dalam presentase sosial ekonomi rendah atau desil rendah. Ini mencakup desil 1, desil 2, desil 3, dan desil 4.
Namun, ada enam desil yang dianggap tidak lagi layak menerima bantuan sosial reguler, yaitu desil 5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Masyarakat di kategori desil ini dianggap sudah mampu secara ekonomi.
Penting untuk diingat, penentuan desil tidak hanya berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan. Banyak faktor pendukung lain yang menjadi dasar penentuan kelayakan, seperti:
- Kepemilikan aset (bergerak maupun tidak bergerak).
- Akses ke sosial ekonomi (misalnya akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan yang lebih baik).
- Akses kebersihan dan kebutuhan pokok lainnya.
Berikut adalah rincian kategori desil tinggi berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan, yang menandakan ketidaklayakan menerima bantuan sosial reguler:
1. Desil 5: Menengah Bawah (Cukup Stabil)
Pengeluaran per kapita per bulan: Antara Rp1.300.000 hingga Rp1.500.000.
Cara menghitung: Total pengeluaran keluarga per bulan dibagi jumlah anggota keluarga. Misalnya, keluarga dengan 3 orang dengan total pengeluaran Rp4.500.000 per bulan, berarti pengeluaran per kapita sekitar Rp1.500.000.
Keterangan: Kategori ini menunjukkan ekonomi yang cukup stabil. Akses ke listrik, air, dan sekolah cenderung lebih baik dibandingkan desil di bawahnya. Sudah bisa mulai menabung, meski jumlahnya mungkin masih sedikit.
2. Desil 6: Menengah
Pengeluaran per kapita per bulan: Antara Rp1.600.000 hingga Rp1.800.000.
Keterangan: Konsumsi non-makanan mulai meningkat, seperti pengeluaran untuk transportasi, pulsa, pakaian, dan kosmetik. Masyarakat di desil ini juga mulai memiliki BPJS Mandiri atau BPJS yang ditanggung perusahaan tempat kerja.
Baca Juga: Update Status Bansos Tambahan BPNT Rp400 Ribu dan PKH BPNT via PT Pos, Cek Kabar Terbaru di DTSEN
3. Desil 7: Menengah Atas
Pengeluaran per kapita per bulan: Antara Rp2.000.000 hingga Rp2.300.000.
Keterangan: Sudah mulai memiliki kendaraan pribadi, gadget, dan akses internet seperti Wi-Fi pribadi.
Pendidikan anak menjadi prioritas dengan pengeluaran yang meningkat, bahkan ada yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta atau mengikuti les tambahan.
4. Desil 8: Mapan
Pengeluaran per kapita per bulan: Antara Rp2.500.000 hingga Rp3.000.000.
Keterangan: Mampu berekreasi setiap bulan, memiliki cicilan kredit rumah atau kendaraan, serta mulai berinvestasi kecil seperti membeli emas atau properti.
5. Desil 9: Kaya
Pengeluaran per kapita per bulan: Antara Rp3.500.000 hingga Rp4.500.000.
Keterangan: Hidup di kota, memiliki rumah permanen, mulai berwisata ke luar negeri, memiliki pekerjaan profesional, dan berpenghasilan tetap.
6. Desil 10: Kaya Raya
Pengeluaran per kapita per bulan: Di atas Rp5.000.000.
Itulah enam kategori masyarakat yang dianggap tidak layak lagi menerima bantuan sosial reguler seperti PKH dan BPNT program sembako, karena dianggap sudah mampu secara ekonomi.
Ini adalah gambaran umum mengenai desil. Namun, untuk mengetahui posisi desil secara lebih akurat, Anda dapat mengecek data langsung melalui aplikasi SIKS-NG.
Semoga bansos Anda segera cair secara keseluruhan, terutama bagi yang memang betul-betul berada di posisi sosial ekonomi rendah dan layak mendapatkannya.***
Editor : Eka Rahmawati