RADAR BOGOR – Beberapa hari terakhir, KPM bansos PKH dan BPNT ramai melakukan penarikan bantuan untuk tahap kedua.
Namun, pada tahap ini, banyak KPM bansos yang melaporkan tidak dapat mencairkan dana di kartu KKS. Bahkan, hingga kini, saldo masih kosong.
Menurut laporan per hari ini, Kemensos secara bertahap menuntaskan masalah bantuan sosial gagal salur ke 1,3 juta rekening KPM. Sebagian besar dari penerima sudah berhasil disalurkan kembali.
Penyaluran bantuan sosial mendekati 100 persen. Gus Ipul menjelaskan bahwa penyaluran bansos menjangkau:
•8.288.881 KPM PKH (80,3%)
•14.810.907 KPM sembako (81%)
Sementara itu, masih ada:
•1.945.399 KPM PKH (19,4%) dalam proses pembuatan rekening
•2.723.515 KPM sembako (14,9%) dalam proses pembukaan rekening
•25.720 KPM PKH (0,3%) dan 742.661 KPM sembako (4,1%) sedang dalam perbaikan data
Untuk memperlancar proses, Kemensos terus berkoordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terkait pembuatan kartu rekening kolektif. Namun, menurut Gus Ipul, pencetakan kartu memerlukan waktu yang cukup lama.
Sejumlah penyebab kegagalan penyaluran bantuan sosial antara lain:
•Rekening pasif
•Rekening tidak ditemukan
•Nama rekening tidak sesuai
•Kartu belum terbit atau tidak aktif
•Nomor kartu salah
Akibat masih banyaknya kasus gagal salur, Kemensos berkoordinasi dengan pihak bank Himbara untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan beberapa langkah:
•Bank mengonfirmasi nomor kartu yang aktif
•Bank menjelaskan alasan rekening tidak ditemukan
•Nama yang berbeda disesuaikan sesuai petunjuk teknis bansos
•Rekening baru diproses untuk KPM yang memenuhi syarat
•Kemensos melengkapi data alamat (dusun, RT, RW) untuk distribusi kartu
Mengenai penyaluran penebalan bansos, sudah mulai ramai diberitakan bahwa beberapa klaim pencairan Rp400.000 telah dimulai, seperti yang terlihat pada unggahan pencairan saldo Rp400.000 menggunakan Bank BSI, BNI, dan Mandiri.
Namun, karena unggahan tersebut belum menyebutkan daerah spesifik, dapat disimpulkan bahwa belum ada pencairan secara massal. Jadi, tidak disarankan untuk melakukan pengecekan saldo setiap saat.
Yang jelas, semua penerima BPNT tahap 2, baik penerima BPNT plus PKH maupun BPNT murni, akan secara otomatis mendapat bantuan penebalan bansos Rp400.000.
Sebagaimana disampaikan oleh Gus Ipul, penebalan bansos diproses bersamaan dengan bansos sembako sehingga angkanya sama.
Artinya, jika KPM BPNT tahap 2 ditetapkan sebanyak 18,3 juta KPM, maka penebalan bansos Rp400.000 juga ditetapkan untuk 18,3 juta penerima yang tak lain adalah KPM bansos BPNT.***
Editor : Eli Kustiyawati