Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2025: Status Terbaru dan Kendala Penyaluran

Eli Kustiyawati • Selasa, 24 Juni 2025 | 06:28 WIB
Ilustrasi uang pencairan bansos
Ilustrasi uang pencairan bansos

RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2025 terus diperbarui.

Pada 23 Juni 2025, sebanyak 14,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos BPNT direncanakan menerima tambahan bantuan sebesar Rp400.000.

Hasil pengecekan saldo kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menunjukkan sejumlah KPM bansos telah menerima saldo Rp600.000.

Namun, sebagian penerima masih mendapati saldo kosong atau status transaksi yang belum jelas di sistem view DTS.

Dalam pengecekan melalui riwayat bansos di menu view DTS, status transaksi banyak KPM tertera sebagai "strip".

Sebelumnya, status tersebut masih menunjukkan “proses buka rekening kolektif” atau borcol. Perubahan ini menimbulkan kebingungan di kalangan penerima manfaat.

Menu final closing di sistem view DTS masih menunjukkan status borcol untuk sejumlah penerima BPNT maupun PKH.

Hal ini menandakan proses pembukaan rekening kolektif tengah dilakukan untuk penyaluran tahap berikutnya.

Proses ini biasanya terjadi apabila penyalur bantuan sosial berganti dari PT Pos Indonesia ke pihak lain, seperti bank penyalur.

Peralihan ini menuntut pembuatan rekening baru bagi KPM, yang dapat memakan waktu cukup lama.

Pengalaman serupa sempat terjadi pada tahun 2024 saat penyaluran sempat dialihkan ke kartu KKS.

Karena waktu penyaluran yang mepet, bantuan akhirnya didobel dan dicairkan di tahap keempat menjelang akhir tahun.

Belum ada informasi resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) mengenai kepastian penyalur yang akan digunakan.

Sebagian besar KPM yang belum menerima bantuan adalah penerima yang sebelumnya disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Kemensos diharapkan segera menyampaikan perkembangan terbaru agar proses pencairan tidak mengalami penundaan.

Per 23 Juni 2025, bantuan tambahan BPNT sebesar Rp400.000 yang sebelumnya muncul di sistem kini tidak lagi tertera.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena bantuan tetap direncanakan cair dalam waktu dekat.

Kemensos menyatakan penyaluran akan dilakukan pada bulan Juni, kemungkinan besar pada minggu terakhir.

Hingga saat ini, sekitar 78% dari total 14.230.109 KPM BPNT murni telah memiliki rekening valid dan siap menerima bantuan.

Sebagian penerima bahkan telah berhasil mencairkan dana sebesar Rp600.000 dari kartu KKS mereka.

Salah satu KPM dengan kartu KKS terbitan 2021 dilaporkan berhasil menarik bantuan tersebut pada pagi hari tanggal 23 Juni 2025.

Sebelumnya, yang bersangkutan mengalami kegagalan salur, tetapi akhirnya dana dapat dicairkan setelah perbaikan rekening.

Dari 1,3 juta KPM yang dinyatakan gagal salur, sekitar 500 ribu telah berhasil diperbaiki dan menerima bantuan.

Sisanya masih dalam proses perbaikan rekening dan diperkirakan akan menerima bantuan dalam waktu dekat.

Para KPM disarankan tidak terlalu sering mengecek saldo KKS, cukup menunggu informasi resmi dari pendamping sosial atau sumber terpercaya.

Kemensos diharapkan segera memberikan kejelasan tentang skema penyaluran dan waktu pasti pencairan bansos tahap ini.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #bansos #pkh