RADAR BOGOR - Beberapa hari terakhir KPM bansos gelombang kedua ramai mencairkan bantuannya untuk tahap kedua menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Peralihan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke DTSEN memang membawa perubahan signifikan dalam penyaluran bansos di Indonesia.
Berdasarkan laporan terkini, banyak masyarakat mengeluhkan bansos belum cair hingga Juni 2025, terutama untuk program BPNT dan PKH.
DTSEN bertujuan untuk mengurangi inclusion error (penerima yang tidak layak) dan exclusion error (penerima layak yang terlewat).
Verifikasi ini melibatkan BPS dan BPKP yang memeriksa 16,5 juta dari 20,3 juta KPM. Proses ini menyebabkan penundaan penyaluran di hampir semua daerah.
Selain itu, DTSEN menggunakan pemeringkatan desil 1 sampai 4 untuk kelompok miskin dan rentan miskin.
KPM yang sebelumnya terdaftar di DTKS mungkin tidak lolos kriteria baru ini, sehingga bansos mereka tertunda atau dihentikan hingga verifikasi ulang selesai.
Ada kabar baik hari ini, khususnya bagi KPM PKH yang masih layak mendapatkan bantuan sosial namun sempat tertunda. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam konferensi pers di kantor Kemensos Jakarta pada Kamis, 19 Juni 2025: "1,3 juta gagal salur.
Hingga hari ini 580.000 lebih sudah berhasil cair. Sisanya 768.381 KPM masih dalam proses perbaikan dengan rincian 751.067 KPM via Bank Himbara dan 17.314 KPM via PT Pos."
Realisasi dari pernyataan Mensos ini adalah hari ini Kemensos kembali mengirimkan data bayar ke daerah-daerah yang dilengkapi dengan nama penerima, yaitu BNBA SP2D tahap kedua termin ketiga. Untuk penyaluran PKH tahap 2, sudah terdapat tiga termin penyaluran.
Bagi Anda yang saldonya belum masuk, tetapi pada View DTKS status bansosnya sudah SPM (Surat Perintah Membayar), Anda bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan serta pendamping untuk pengecekan.
Pastikan apakah nama Anda termasuk dalam data bayar BNBA PKH termin ketiga. Jika nama Anda terdaftar, berarti tinggal menunggu saldo masuk di KKS dan dapat mengeceknya secara berkala.
Mengenai bantuan penebalan bansos Rp400.000 untuk KPM Program Sembako, apakah sudah ada daerah yang mencairkan per hari ini?
Sudah mulai ramai diberitakan beberapa klaim pencairan Rp400.000 telah dimulai, seperti postingan pencairan saldo Rp400.000 menggunakan Bank BSI, BNI, dan Mandiri.
Namun, karena postingan tersebut belum menyebutkan daerah spesifik, disimpulkan bahwa belum ada pencairan secara massal.
Oleh karena itu, kami tidak menyarankan Anda untuk melakukan pengecekan saldo setiap saat.
Yang jelas, semua penerima BPNT tahap 2, baik penerima BPNT plus PKH maupun BPNT murni, akan secara otomatis mendapatkan bantuan penebalan bansos Rp400.000.
Sebagaimana disampaikan oleh Gus Ipul, penebalan bansos diproses bersamaan dengan bansos sembako sehingga angkanya sama.
Artinya, jika KPM BPNT tahap 2 ditetapkan sebanyak 18,3 juta KPM, maka untuk penebalan bansos Rp400.000 juga ditetapkan untuk 18,3 juta penerima.
Kemensos merilis secara lengkap informasi mengenai pencairan bantuan penebalan sembako atau BPNT di halaman resminya.
Berdasarkan update hari ini, 23 Juni 2025, status pencairan penebalan bansos BPNT sebesar Rp400.000 untuk alokasi Juni-Juli 2025 sedang dalam proses penyaluran.
Bantuan ini menyasar 18,3 juta KPM, termasuk KPM BPNT murni dan KPM BPNT plus PKH. Prosesnya sudah mencapai 95,5% dan diperkirakan selesai akhir Juni.
Saat ini terjadi perubahan sistem pendataan dari DTKS beralih ke DTSEN. Dengan adanya peralihan tersebut, kategori masyarakat yang menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat dinilai berdasarkan tingkat kesejahteraan, bukan semata-mata berdasarkan lokasi tempat tinggal.***
Editor : Eka Rahmawati